Korupsi
Dua Pimpinan KPK Ditahan

PBNU: "Nol Besar, Bibit & Chandra Akan Kabur"

Penahanan ini semakin menyempurnakan keyakinan publik bahwa memang KPK sedang dilumpuhkan.

Minggu, 1 November 2009, 15:36 WIB
Heri Susanto
Pengurus Nahdlatul Ulama KH Masdar F Mas'udi (Antara/ Udin)

VIVAnews - Langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menahan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto mendapat tanggapan dari berbagai tokoh nasional. Salah satunya dari tokoh Nahdlatul Ulama yang menilai penahanan itu terkesan di sangat dipaksakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi seperti dikutip dari laman PBNU, Minggu, 1 November 2009. Menurut Masdar, penahanan ini semakin menyempurnakan keyakinan publik bahwa memang KPK sedang dilumpuhkan.

"Penahanan itu sangat lemah dan terasa sekali sangat dipaksakan. Hanya ada alasan obyektif yuridis formal," ujar Kiai Masdar. "Namun persyaratan subyektif seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi kejahatan lagi, semua nol besar."

Masdar menilai pihak yang diuntungkan dengan gerakan kriminalisasi dan delegitimasi KPK adalah para koruptor. "Siapa pun setuju bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa."

Masdar berharap seluruh masyarakat Indonesia berdoa mendukung Presiden untuk segera mengambil langkah luar biasa dalam membongkar kejahatan yang luar biasa dengan instrumen kelembagaan yang juga luar biasa, seperti KPK.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ