Korupsi
Dua Pimpinan KPK Ditahan

Empat Tokoh Usulkan Bentuk Tim Pencari Fakta

Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan masukan tersebut diterima terbuka oleh SBY.

Minggu, 1 November 2009, 23:26 WIB
Umi Kalsum, Nur Farida Ahniar
Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah Saat Sidang MK (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Empat tokoh yang bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengusulkan dibentuknya tim pencari fakta kasus dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Keduanya kini ditahan di Mako Brimob.

"Kita mengusulkan adanya Tim Pencari Fakta yang melihat fakta-fakta dan bukti, pasal yang digunakan untuk menjerat Pak Bibit dan Chandra," kata Guru Besar Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwana saat dicegat di Istana Negara, Jakarta, Minggu 1 November 2009. Pertemuan SBY dengan empat tokoh berlangsung sejak pukul 21.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Empat tokoh yang diundang adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Bawesdan, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki, dan Guru Besar Ilmu Hukum UI Hikmahanto Juwana

Menko Polhukam Djoko Suyanto di tempat yang sama mengungkapkan pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan empat tokoh nasional terkait dinamika yang terjadi terakhir ini, yakni penahanan Bibit  dan Chandra.

"Pada malam ini Bapak Presiden berkenan bertemu dengan tokoh masyarakat, khususnya terkait dengan dinamika yang terjadi dalam minggu-minggu  terakhir," kata Djoko.

Tujuan pertemuan, kata Djoko,  bagaimana menyikapi dinamika yang berkembang dan sharing agar dinamika yang berkembang dapat dikelola baik pemerintah dan pihak-pihak yang menunjukkan simpati terhadap Bibit dan Chandra.

"Pertemuan berlangsung cukup baik, sangat terbuka, gagasan disampaikan. Bagaimana mengelola dinamika dengan baik. Barang tentu ada saran, gagasan, rekomendasi, yang nantinya akan direspon dengan Bapak, mana hasil pikiran malam hari  ini yang bisa dilaksakanan agar dinamika yang berkembang tidak menjadi keluar, dan tidak kita inginkan bersama," papar Djoko.

Gagasan, tindakan, dan simpati kepada Bibit dan Candra sangat diberikan ruang. Disisi lain solidaritas seperti itu diharapkan juga dengan memelihara kondisi sosial masyarakat agar kehidupan masyarakat dalam melakukan pembangunan, ekonomi, berjalan dengan baik. Sementara proses sedang berjalan akan berjalan sesuai tatanan hukum yang ada.

"Bahwa ada gagasan, rekomendasi, akan direspon tepat bapak Presiden," kata Djoko.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ