Korupsi
Dua Pimpinan KPK Ditahan

Dipanggil SBY, Teten Pilih Siapkan Demo

Semalam SBY mengundang empat tokoh untuk dimintai pendapat soal penahanan Bibit & Chandra.

Senin, 2 November 2009, 07:54 WIB
Elin Yunita Kristanti, Wenseslaus Manggut
Teten Masduki (www.perspektifbaru.com)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tadi malam, Minggu 1 November 2009 memanggil empat tokoh untuk dimintai pendapat soal penahanan Bibit dan Chandra.

Mereka adalah Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia, Teten Masduki, Rektor Universitas Paramadina Anies Bawesdan, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat, dan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

Pertemuan tadi malam belum selesai. Rencananya, pagi ini pukul 09.000 pertemuan akan dilanjutkan.

Salah satu tokoh yang diundang, Teten Masduki mengaku tidak akan datang ke Istana pagi ini. "Saya kan harus persiapkan demo yang berlangsung hari ini," kata Teten kepada VIVAnews.

Teten bersama para aktivis dan masyarakat akan melakukan simbolik mengikatkan pita hitam di lengan kiri di Bundaran Hotel Indonesia pukul 13.00 WIB.

"Sekecil apapun, mudah-mudahan punya pengaruh dan didengar pemerintah," harap Teten.

Aksi simbolik memasang pita pada lengan kiri, ujar Teten, juga untuk menunjukan bahwa aksi bisa dilakukan dengan damai, mudah, dan tidak mengurangi waktu aktifitas.

Menurut Teten, aksi hari ini bukan satu-satunya. "Kami akan melakukan long march pada 8 November 2009," kata Teten.

Dukungan kepada KPK melonjak pasca penahanan dua pimpinan KPK non aktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah pada Kamis 29 Oktober 2009.

Bibit dan Chandra ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan.  Keduanya dijerat Pasal 12e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mereka diduga telah menyalahgunakan kewenangannya saat mencekal bos PT Masaro Radiocom Anggoro Widjojo dan mencabut cekal bos PT Era Giat Prima Joko Soegiarto Tjandra.

• VIVAnews
Rating
Komentar
mang togel
02/11/2009
bung teten kan udah datang malamnya...mendingan di luar kekuasaan daripada hidup di dalam kekuasaan..gak bebas mengeluarkan pendapat...maju terus bung teten! kebebasan berpendapat dijamin undang-undang...
Balas   • Laporkan
boyuzz
02/11/2009
seharusnya bung teten mengikuti ajakan sby jadi bisa melihat mana yang benar dan mana yang tidak benar. dari pada demo=teriak2 tiada hasil..malah bikin pusing baik yg mendemo dan yang mendengarkan demo
Balas   • Laporkan
Jay
02/11/2009
untuk kepentingan rakyat sy merasa salut mas Teten ndak datang undangan oleh kekuasaan, soalnya klo datang maka bisa ditebak yang demo ndak ada yang mimpin..
Balas   • Laporkan
pengecut
02/11/2009
teten kayaknya orang pengecut yang beraninya cuman teriak teriak dijalanan aja, ketika dulu pandawa lima nawarin teten jabatan plt kpk, dia nolak yang alasannya gak setuju ama perpu, padahal itu kesempatan bagi dia untuk masuk ke dalam kpk. sekarang gilir
Balas   • Laporkan
ari
02/11/2009
duh... otaknya dimana nih orang
Balas   • Laporkan
the pooh
02/11/2009
Yah begini ini kalo KPK disetir oleh LSM...... meng-atas nama kan Rakyat Indonesia kek... padahal dibiayai oleh Asing semua masalah klo bisa diperuncing, gak peduli Rakyat susah makan< Pemerintah diganggu terus...... mau nya apa sih.... Presiden uda
Balas   • Laporkan
rakyat
02/11/2009
Saya setuju dgn bung Teten, ngapain ketemu Presiden toh jg nga akan ada keputusan apa-apa. Buang-buang waktu aja. Kalau Presiden mmg berniat memberantas Korupsi, pecat dulu BHD dan SN.
Balas   • Laporkan
rulian
02/11/2009
haha.. bung Alit dan Bantdell anda berdua ini dungu kali, ya? penguasa kok diajak ngomong, ya susah! daripada anda berdua cuma komentar yang nggak jelas, lebih baik ikut demo, yuk! kontribusi anda kan jadi lebih jelas untuk KPK dan bangsa ini. mantap, bun
Balas   • Laporkan
bantdell
02/11/2009
bung teten, anda khan sudah dipercaya presiden utk urun rembug membahas masalah bibit-chandra..kasi donk argumentasi yg jelas kepada SBY spaya selesai masalah ini..kalo anda demo, sampai tua pun ga akan didengar..gimana sih..sebagai orang pintar mestinya
Balas   • Laporkan
alit
02/11/2009
ya manusia ky kamu itu,diundang bertukar pikiran mengeluarkan pendapat malah milih demo!!!!kl km ngomong lsg kan lebih didengar kepala pemerintahan....jgn menunjukan kebodohan mang....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ