VIVAnews -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bandung Raya berunjukrasa di depan Gedung Sate Kota Bandung, Senin 2 November 2009, untuk mendesak pemerintah menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Para aktivis dari sejumlah kampus di Bandung seperti Unpad, STT Tekstil, ITB, Polban, UPI, IKOPIN dan DEM Poltekpos mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung secara penuh KPK dan memasukan penyelesaian masalah itu dalam agenda mendesak 100 hari pemerintahan.
Selain itu, para aktivis menuntut keberanian dan independensi Mahkamah Konstitusi untuk turut serta menuntaskan kasus yang terjadi saat ini sesuai kapasitasnya tanpa intervensi politik termasuk dengan menindaklanjuti secara serius permasalahan yang melibatkan KPK dan kepolisian.
Pada kesempatan itu, BEM Bandung menyatakan tekad dan komitmennya untuk menjadi garda terdepan membela KPK. "KPK adalah salah satu citra Bangsa Indonesia, harus diselamatkan," kata Koordinator aksi BEM Bandung Raya Ahmad Fakhrudin.
Dalam aksinya, para mahasiswa menggelar aksi poster yang isinya "Selamatkan KPK", "Dukung Pemberantasan Korupsi" dan lainnya. Selain itu, mereka juga melakukan aksi teatrikal tabur bunga sebagai tanda berkabung untuk KPK.
Dalam aksi itu, seorang peserta terbaring di atas aspal dan ditutupi kain putih, bunga berwarna merah dan putih ditaburkan memenuhi bagian atas "pusara". Selain menyerukan yel-yel, mereka juga menyanyikan lagu "Gugur Bunga" dan "Halo-Halo Bandung" serta beberapa lagu pergerakan lainnya.
"Harapan rakyat terhadap KPK begitu besar, selamatkan KPK," kata Ahmad Fakhrudin. Pada kesempatan itu BEM Bandung menyatakan tekadnya untuk terus mengawal pemerintah dan penegakan hukum di Indonesia.