Korupsi
Dua Pimpinan KPK Ditahan

AJI Jakarta: Jangan Hiraukan Imbauan Kapolri

Bisa menimbulkan efek jeri dan traumatis bagi para pemimpin media massa.

Selasa, 3 November 2009, 05:43 WIB
Siswanto
   

VIVAnews - Dalam pertemuan tertutup antara Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan para pemimpin redaksi media massa, kemarin, Kapolri Bambang Hendarso meminta media untuk tidak lagi menggunakan istilah Cicak dan Buaya untuk menggambarkan perseteruan polisi dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Meski mengakui istilah tersebut muncul dari koleganya sendiri sesama polisi, Bambang beralasan istilah tersebut tidak tepat. Tim penyidik KPK, kata Bambang, juga berasal dari kepolisian. “Kami juga cicak,” kata Bambang. Kapolri meminta maaf atas munculnya istilah tersebut.

Meski saat ini masih berupa himbauan, AJI Jakarta menilai permintaan tersebut tidak pada tempatnya. Permintaan Kapolri Bambang tersebut dapat ditafsirkan sebagai upaya intervensi pemberitaan di media massa, seperti yang kerap terjadi di masa Orde Baru.

Tak hanya itu, forum penyampaian imbauan pada sebuah acara resmi pemerintah di Departemen Komunikasi dan Informatika (eks Departemen Penerangan) bisa menimbulkan efek jeri dan traumatis bagi para pemimpin media massa.

Menanggapi himbauan Kapolri ini, AJI Jakarta menyatakan sikap sebagai berikut, Pertama menyesalkan imbauan Bambang dan meminta Dewan Pers meminta klarifikasi kepada Kapolri atas imbauannya tersebut.

Kedua, mengajak seluruh jurnalis --baik anggota maupun bukan anggota AJI Jakarta-- untuk tetap konsisten dan independen dalam memberitakan kasus penahanan dua pemimpin non-aktif KPK serta perseteruan KPK versus polisi serta mewaspadai upaya-upaya sistematis untuk mengaburkan atau menghaluskan pemberitaan kasus ini.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ANIS
03/11/2009
CICAK JLN TRUS TANGKAP NYAMUK2 PENGHISAP DARAH.........
Balas   • Laporkan
yanuar
03/11/2009
Tapi nampaknya wartawan juga terlalu tergiring opini dengan kecenderungan berada di pihak KPK, apakah itu bentuk independensi pers?
Balas   • Laporkan
jatmoko
03/11/2009
jalan terus cicak vs buaya. kalo ada orang dalam dari polisi mengatakan buaya untuk institusinya itu adalah fakta. berarti memang polisi itu seperti buaya, jadi perlu direformasi kepolisian itu. beda kalo yang menceploskan kata buaya orang diluar polisi.
Balas   • Laporkan
independent
03/11/2009
Agar pers tidak mudah disetir atw hanya menjadi terompet satu pihak saja....biarkan himbauan itu tetap menjadi himbauan. Selanjutnya kembali kepada pers u/ menyampaikan sesuai kebebasan pers yg dimiliki.
Balas   • Laporkan
2gno
03/11/2009
ENAK BENAR, BETUL2 TAK TAHU DIRI, RAKYAT SUDAH SUAAKIT BUNG. JALAN TERUS AJI JAKARTA
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ