VIVAnews - Petinggi Markas Besar Polri juga menyaksikan siaran langsung pemutaran rekaman dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Polri pun mempertanyakan dimana letak rekayasa yang selama ini ditudingkan.
"Mana rekayasanya?" kata Wakil Ketua Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Dikdik Mulyana Arif Mansur, di Markas Besar Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa 3 November 2009.
Saat mempertanyakan rekayasa, Dikdik terlihat mengangkat kedua tangan. Usai memberi pertanyaan soal tanggapan rekaman, dari Gedung Bareskrim Dikdik langsung menuju Ruang Rupatama.
Dikdik melanjutkan rapat teknis Bareskrim yang digelar di Ruang Rupatama. "Tidak ada rekayasa," kata dia sambil masuk ke ruang Rupatama.
Seperti diketahui, sidang di Gedung MK sedang memasuki sesi rehat. Pemutaran rekaman yang berlangsung dalam sidang uji materi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi itu diperdengarkan untuk umum.
Dalam rekaman disebut-sebut beberapa nama orang yang mirip dengan pejabat di kepolisian. Ada yang diduga penyidik bernama Parman, hingga nama 'Susno.'
Belum diketahui apakah nama 'Susno' itu milik Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji? Hingga kini belum ada bukti resmi.
Rapat Teknis Bareskrim ini sendiri dipimpin Susno Duadji. Susno sejak semalam dikabarkan akan dicopot. Belakangan ia disebutkan dinonaktifkan.
ismoko.widjaya@vivanews.com