Korupsi
Kasus KPK

Polri Akui Ada Penyidik Bernama "Parman"

Betul memang ada penyidik yang namanya Parman, penyidik kita itu, Kompol pangkatnya.

Selasa, 3 November 2009, 14:27 WIB
Amril Amarullah, Desy Afrianti
Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah Saat Sidang MK (ANTARA/Yudhi Mahatma)

VIVAnews -- Rekaman percakapan suara milik Anggodo Widjojo, adik tersangka korupsi Anggoro Widjojo, dengan seorang pria yang diduga milik bernama Kosasih. Dalam percakapan itu disebut satu nomor telepon selular milik seorang bernama Parman. Belum diketahui bagaimana posisi Parman dalam kasus ini.

Sementara saat dikonfirmasi, nama Parman yang disebut-sebut dalam isi percakapan, menurut Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi, nama Parman adalah anggota tim penyidik kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Betul memang ada penyidik yang namanya Parman, penyidik kita itu, Kompol pangkatnya. Tapi Parman apa dulu, Parman itu banyak," ujar Kombes Pol. Beni Mokalu kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 3 November 2009.

Nama Parman disebut-sebut sebagai orang yang terlibat dalam percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Kosasih.

Dalam percakapan itu disebut satu nomor telepon selular milik seorang bernama Parman. Belum diketahui bagaimana posisi Parman dalam kasus ini.

"Ini nomornya Parman 08881641996," kata Kosasih kepada Anggodo dalam rekaman yang diputar di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa 3 November 2009.

Saat VIVAnews menghubungi nomor telepon selular itu, ternyata sudah tidak aktif alias tulalit. "Jadi lu mau ketemu Parman?" kata Kosasih dengan Anggodo.

"Habis ketemu Parman, ke rumah gua aja sekalian biar gampang," kata Kosasih lagi kepada Anggodo.

Rekaman ini diputar terbuka dalam sidang uji materi Pasal 32 Ayat 1 huruf c, Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diajukan oleh dua pimpinan KPK nonaktif, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.

Sidang ini menyedot perhatian karena akan dibuka rekaman yang diduga menjadi rekayasa kasus yang menjegal Bibit dan Chandra.

• VIVAnews
Rating
Komentar
simelekete
04/11/2009
ternyata....ga salah lagi....... ini baru asli Buaya........ heheheeee.....
Balas   • Laporkan
kasep
03/11/2009
pak Wakil Direktur emang nama Parman yg katanya anggota tim penyidik kasus Bibit - Chandra ada berapa orang seh ... ato semua penyidiknya namanya parman kali ya...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ