VIVAnews -- Sepenggal percakapan tajam terdengar dalam sebuah rekaman yang diperdengarkan ke publik oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi dalam sebuah sidang di Jakarta, Selasa 3 November 2009. Percekapan ini menyerempet nama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Selian itu berseliweran pula nama Ritonga yang diduga adalah AH Ritonga, Wakil Jaksa Agung.
Dalam penjelasan staf Komisi Pemberantasan Korupsi di dalam sidang itu, disebutkan si pembicara dalam rekaman itu tak lain adalah Anggodo Widjojo, adik tersangka korupsi Anggoro Widjojo, bos PT Masaro, dan seorang wanita yang "diduga Yuliana Gunawan". Siapa Yuliana? belum ada penjelasan lengkap soal ini. Tapi perannya terdengar sangat penting.
Misalnya, dalam satu percakapan dia bertanya begini, "Tadi pak Ritonga telepon, besok dia pijet di Depok, ketawa-ketawa dia, pokoknya harus ngomong apa adanya semua, ngarti? Kalau gak gitu, kita yang mati, soalnya sekarang dapat dukungan dari SBY, ngerti gak.?" Lalu dia bicara lagi, ""Kita semua, Pak Ritonga, pokoknya didukung , jadi KPK nanti ditutup, ngerti ga?."
Sesi rekaman soal ini, bisa disimak di bawah foto Anggodo di samping tulisan ini. Rekaman sesuai dengan yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi,
hmmm... syukurlah semua bisa terungkap. dari awal penangkapan memang banyak kejangglan. tapi ga ada yang bisa jamin, terungkapnya kebenaran bisa berakhir kebenaran, bisa aja ada rekayasa lain. semua bisa terjadi dalam pemerintahan indonesia. dan kebanyaka
penahaman bibit-chandra membawa petaka bagi polri, karena kecerobohan mereka borok yang selama ini di tutupi akhirnya dibongkar oleh MK, sekarang masyarakat tahu siapa sebenarnya yang salah, kalau sudah begini apakah masih ada alasan buat menahan Bibit-C
gawat darurat nama pak presiden kita ikut terekam dalam rekaman,bener bener perkara yg amat besar,kalau tidak diselesaikan secepatnya warga indonesia bs marah besar(MAFIA PERADILAN DI INDONESIA TERUNGKAP)
ya wisss...udah jelas dr pd dukungan rakyat semakin besar thd KPK, yg bisa menjatuhkan pemerintahan SBY,mendingan pa beye nyuruh kapolri bebaskan bibit&candra, karena anak buah kapolri dan jaksa terlibat utk mematikan KPK, karena mereka sekongkol dg anggo
UNTUNG GUE TIDAK MILIH SIAPAPUN WAKTU PEMILU LALU... SEKARANG GUE TINGGAL LIHAT SIAPA YANG MENGHANCURKAN SIAPA!!! HIDUP KEBENARAN ... INGAT SEGALA KEBOBROKAN , SEGALA KEJAHATAN HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI HADAPAN RAKYAT & DI DEPAN TUHAN ... INGAT NERA
akhirnya ketahuan mana yang benar dan mana yang salah...mafia peradilan ternyata benar adanya...semuanya akhirnya terbuka..solusinya sekarang ada di pak beye..bukan mampu atau tidak..tapi mau atau tidak?
Hahahahha.. hayo2.. sapa yang bermain ini...sudah terlihat banyak kejanggalan dari aawal penangkapan,, POLRi sudah blunder saat penangkapan.. Sudah jelas banyak yang bermain disini,, gimana Janji MULUK mu pak SBY???
JUJUR kepada Rakyat Indoneisa,, JUJUR