Korupsi
Kasus KPK

Kapolri Keberatan Pernyataan Seorang Pejabat

Kapolri juga menyesalkan pernyataan bahwa polisi seperti binatang dan hina.

Jum'at, 6 November 2009, 07:44 WIB
Amril Amarullah, Anggi Kusumadewi, Suryanta Bakti Susila
Kapolri, Bambang Hendarso Danuri (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews -- Kepala Polri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri saat rapat dengan komisi III DPR menyatakan ada pernyataan seorang pejabat yang menyebutkan pejabat polri mau diatur-atur oleh cukong-cukong yang menjijikan.

"Kami mengutip pernyataan pejabat di media televisi, yang mengatakan kenapa ada pejabat Kejaksaan dan Polri kita mau diatur oleh cukong-cukong menjijikan itu," kata Kapolri Bambang Hendarso Danuri, mengutip pernyataan seorang pejabat.

Kapolri juga menyesalkan pernyataan bahwa polisi seperti binatang dan hina. "64 tahun senior-senior kami membangun polisi, kami tidak sehina itu, kami bukan binatang, atau yang mau diatur-atur oleh cukong," ujar Kapolri,  saat rapat dengan Komisi III DPR, Jum'at 6 November 2009 dini hari.

Padahal, lanjut Kapolri sebagai institusi penegak hukum, Polri siap untuk "ditelanjangi" demi pemulihan nama baik dan citra institusi. "Silakan telanjangi kami, kalau itu bisa membersihkan nama baik Polri. Kami tidak sehina seperti yang ditudingkan," tuturnya.

"Tapi, mohon maaf, kami bukan binatang. Tapi sudahlah, kami tidak ingin memperpanjang. Kami terusik, Pak. Apakah segoblok itu, Polri?,"

Kapolri juga meminta agar tak lagi mengumpamakan cicak dan buaya untuk menganalogikan KPK dan Polri. Sesungguhnya di dalam cicak juga ada buaya karena ada 128 personel Polri yang bertugas di KPK.

Sebelumnya, dalam sebuah bincang-bincang dengan tvone, Rabu 4 November 2009, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku tercengang saat mendengarkan isi percakapan yang diputar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa 3 November 2009 kemarin.

Sebagai pimpinan sidang, Mahfud juga menyatakan, tidak habis pikir kenapa pejabat-pejabat di Indonesia mudah diatur oleh cukong-cukong yang menurutnya menjijikan itu.

"Saya gak habis pikir kenapa pejabat Kejaksaan dan Polri kita mau diatur oleh cukong-cukong menjijikan itu," ujar Mahfud MD saat berbincang-bincang dengan tvone, Rabu, 4 November 2009.

Hal ini, lanjut Mahfud MD jelas sangat memalukan bangsa Indonesia, dimana sebagai alat negara dan penegak hukum, seharusnya Polisi dan Kejaksaan tidak bisa dibeli dan menggadaikan hukum.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
pmctb
13/12/2009
MAJU TERUS PAK KAPOLRI. SAYA DAN KWN2 MENDUKUNGG "SEPENUHNYA KEPADA KAPOLRI".TIDAK ADA KERAGUAN SAMA SEKALI. PEGANG KERPERCAYAAN KAMI TERHADAP BELIAU. GBU
Balas   • Laporkan
pmctb
13/12/2009
maaf, KPK SEHARUSNYA MENGOREKSI DIRI SENDIRI,SEBAGAI ANGGOTA KPK JANGAN BERBUAT HAL2 YG MEMALUKAN. SEJUJURNYA SAYA SUDAH MENGAMATI PROSES KPK DAN POLRI.KALAU BOLEH SAYA BERTANYA, APA KPK TIDAK TERGIUR DENGAN UANG??????
Balas   • Laporkan
MCTB
13/12/2009
SAYA MENDUKUNG SEPENUHNYA KEPADA BAPAK KAPOLRI YG TERHORMAT BAMBANG HENDARSO DANURI..... SAYA YAKIN KEBNARAN YANG AKAN MEANG. MAJU TERUSSS PAK KAPOLRI.
Balas   • Laporkan
Danu
07/11/2009
uang itu raja, yg punya uang bisa mengatur pejabat2. Jangankan di Indonesia, di Amerika pun gitu, uang yg mengatur pejabat2 akan tetapi, mereka bermain halus dan pintar. Politik itu kotor, jangan berpikiran kalau cukong itu menjijikan, Pejabat2 munafik le
Balas   • Laporkan
Bingung
06/11/2009
Jelas2 terlalu mengada alasan penahanan Chandra-Bibit. BAP jelas2 dicabut Ari Muladi karena merasa ditekan, malah ngotot BAP belum dicabut. Sebaliknya takut sekali sama Anggodo sehingga sejelas itu dia berusaha mengatur skenario melalui oknum2 polisi da
Balas   • Laporkan
ina daud
06/11/2009
kalau sudah biasa berbohong yang emang susah pak polisi, kejujuran itu memang mahal. Bapak-bapak polisi yang hadir di DPR itu masih bisa ngomong karena Allah belum membuka aib nya, masak sih ngak nyadar juga padahal sudah dikasih musibah seperti ini, inna
Balas   • Laporkan
komar resmana
06/11/2009
ingat pa kapolri kita smua akan mati, didunia anda bisa berbohong tapi diakhirat nanti dihadapan ALLAH SWT anda tidak bisa mengelak jikalau apa yang anda bicarakan tidak sesuai dgn fakta dan penuh dengan fitnah..... smoga Allah membrikan kepada mereka2
Balas   • Laporkan
bambang purwadi
06/11/2009
kpk.polisi.kejagung, hrsnya sama2 memberantas korupsi bukannya masing2 ingin jadi pahlawan .kalau sudah saling tuding siapa yg bertepuk,ya koruptor.rasain lu
Balas   • Laporkan
Denny Kamal
06/11/2009
emang buaya bukan binatang ???
Balas   • Laporkan
sonny
06/11/2009
Maju terus Pak KAPOLRI, jangan takut tekanan dari siapapun... sabar saja kalo dihujat... yakinlah kebenaran akan selalu menang... buktikan di pengadilan bahwa fakta hukum yang bapak ajukan ke pengadilan adalah benar adanya... Ya Allah Lindungilah orang-or
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ