Korupsi
Kasus KPK

Inilah Kesaksian Susno Duadji di DPR

Susno Duadji membantah menerima uang Rp 10 Miliar terkait Bank Century.

Jum'at, 6 November 2009, 08:31 WIB
Amril Amarullah, Anggi Kusumadewi
Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Susno Duadji (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -- Kabareskrim nonaktif Polri, Komjen Pol. Susno Duadji, menjadi figur yang kerap diperbincangkan. Namanya yang disebut-sebut dalam rekaman penyadapan KPK atas Anggodo yang Selasa kemarin dibuka di persidangan Mahkamah Konstitusi.

Susno diduga terlibat dalam upaya rekayasa kriminalisasi terhadap dua pimpinan nonaktif KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, yang sedang diselidiki dan sempat ditahan oleh Polri.

Tetapi jauh sebelum itu, Susno telah menarik perhatian publik terkait pernyataannya bahwa KPK menyalahgunakan wewenang dengan menyadapnya. Namun spekulasi merebak bahwa KPK menyadap dirinya bukan tanpa alasan. Susno dicurigai memiliki keterkaitan dengan skandal Bank Century yang diduga merugikan negara triliunan rupiah.

Susno kemarin telah mengajukan surat pengunduran diri untuk sementara waktu, guna mempermudah proses verifikasi Tim Delapan terhadap dirinya terkait sangkaan rekayasa kriminalisasi pimpinan KPK.

Namun semalam ia ikut menghadiri Rapat Kerja antara Komisi III DPR dan Polri di Gedung DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Susno bahkan diberi waktu khusus untuk mengklarifikasi seputar tuduhan keterlibatan dirinya itu.

Susno membuka testimoninya dengan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh anggota keluarganya yang telah ikut menanggung derita dan kesulitan akibat dirinya. Ia sengaja memanfaatkan forum rapat yang disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi swasta tersebut, untuk berkomunikasi dengan sanak familinya.

"Saya gunakan forum ini untuk sekaligus melakukan klarifikasi kepada keluarga saya yang sudah tersiksa," ujar Susno. Ia menceritakan, istrinya sampai tidak sanggup untuk keluar rumah ketika dirinya dikabarkan menerima uang sebesar 10 milyar rupiah.

"Saya tidak pernah mendapat duit 10 milyar dari siapapun yang katanya terkait kasus Bank Century," tegas Susno. Ia menambahkan, dirinya bahkan sudah dua kali mendatangi KPK untuk diperiksa. Ia pun telah diperiksa di internal Polri dan dinyatakan clear. "Ke KPK sudah, ke lembaga saya sendiri sudah. Lantas ke mana lagi saya harus mengadu?" kata Susno di hadapan Komisi III.

"Saya sudah mengadu ke Tuhan, cabutlah nyawa saya kalau saya memang bersalah," tandas Susno. Namun, lanjut Susno, dirinya tetap saja dituduh menerima suap. "Tapi saya tidak takut. Yang satu belum tentu salah, dan yang banyak belum tentu benar," tukasnya.

Susno mempersilahkan dirinya kembali diperiksa apabila memang terdapat rekaman yang berisi keterlibatan dirinya dalam suatu kasus. Terlebih, menurutnya, orang-orang yang harus dimintai klarifikasi seputar kasus Century pun masih hidup. "Pimpinan Bank Century, LPSK, PPATK, BI, semua masih hidup. Sampai besok pun Insya Allah mereka masih hidup," kata Susno. Dengan demikian, tuturnya, hal itu bisa diklarifikasi kepada mereka.

Susno pun memberikan kesaksian terkait namanya yang ikut disebut-sebut dalam rekaman penyadapan KPK atas Anggodo, adik buronan Anggoro Widjaja. "Kenapa yang ditampilkan (diributkan) adalah nama yang disebut-sebut dalam rekaman, dan bukannya nama orang yang berhubungan (langsung via telpon)," tanya Susno.

"Padahal saya tidak pernah sekalipun berhubungan (lewat telpon) dengan Anggodo," tandas Susno. Selain itu, ujarnya, yang disebut 'Truno 3' dalam rekaman adalah alamat kantor polisi. "Tapi direka-reka dalam berita bahwa itu adalah (sandi) untuk Susno Duadji. Rupanya tidak enak kalau tidak menyebut Susno Duadji," ujar Susno melontarkan sindiran.

Susno menutup testimoninya dengan kembali menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya. "Saya minta maaf kepada anak istri yang telah ikut menderita akibat jabatan yang saya emban," katanya. Namun, rupanya tidak semua anggota Komisi Hukum DPR dapat menerima kesaksian Susno dengan baik.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang tidak menerima kesaksian Susno Duadji.

"Testimoni Pak Susno itu belum cukup. Saya menerima sms dari teman-teman saya, termasuk dari polisi, yang mengatakan, ah gombal itu si Susno," kata Ruhut Sitompul.

Ia menyatakan, sebagai mantan pengacara di Polri, dirinya cukup tahu tentang track record Susno. Menanggapi semprotan Ruhut itu, Susno hanya tersenyum.

• VIVAnews
Rating
Komentar
ismail
11/01/2010
Maju terus pak susno bongkar semua kebobrokan di kepolisian supaya masyarakat tau apa sebenarnya yang terjadi kepastian hukum dan rasa keadilan betul2 di tegakkan jangan kuatir dengan ancaman lucu barangkali yang mengancam segala itu sudah kena sasaran ma
Balas   • Laporkan
bluelangoon
06/11/2009
kita ini jgn terlalu cepat menghakimi org,tidak ada kekuatan hukum satu pun yg telah menetapkan susno bersalah,tapi kita2 yg tak pernah tau persis permasalahannya dgn serta merta menfitnah susno bersalah,apa itu yg namanya org2 beriman dan berpendidikan ?
Balas   • Laporkan
levimartian
06/11/2009
"Saya sudah mengadu ke Tuhan, cabutlah nyawa saya kalau saya memang bersalah," ... Semoga pak susno bener2 gak bersalah, kalo engga bisa cepet2 dicabut tuh nyawanya!...
Balas   • Laporkan
ollys
06/11/2009
Ribuan bahkan jutaan manusia telah menyaksikan tayangan dengar pendapat di komisi III. dan Kalo dia bersalah. Lord.....Take Him Out......
Balas   • Laporkan
Fuad
06/11/2009
Kamu boleh membodogi anggota dewan...tapi tidak kepada nurani kami..rakyat yang memiliki kedaulatan
Balas   • Laporkan
pengamat
06/11/2009
duh..pak susno duadji bisa tuh jd pemain sinetron..aktingnya bagus bgt..gantiin teuku wisnu di cinta fitri
Balas   • Laporkan
mas ton
06/11/2009
pak susno kan orang yang melontarkan istilah cicak vs buaya, dgn perumpamaan dirinya (polri) adalah buaya dan kpk sbg cicak. jadi kalo pak susno nangis, jangan salahkan kalo saya bilang airmata buaya, kalo pak chandra dan pak bibit yg nangis ya airmata ci
Balas   • Laporkan
Algopar
06/11/2009
Semakin 'lucu' aja, Kapolri minta maaf atas istilah Cicak dan buaya, sudah terlambat pak, knp tidak dari dulu, disamping itu kalau bapak minta maaf berarti ada yang bersalah...tapi kok ngak ditindak malah dipertahankan terus. Apapun hasilnya nanti, saya
Balas   • Laporkan
tetangga Susno
06/11/2009
...memang sih gak terima duit 10 M dari Century, orang belum diterima duitnya.... Coba ditanya..."pernah menjanjikan atau dijanjikan atau meminta duit gak ke bos Century?"...coba jawab apa si SD?
Balas   • Laporkan
kukuk beluk
06/11/2009
kukuk beluk pikir sebaiknya yang menyidik " uya kuya" disiarkan langsung di televisi he...he....he.....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ