Korupsi
Kasus KPK

Cicak Jawab Keterangan Kapolri Siang Ini

Mereka menilai ada upaya serangan balik yang merugikan pemberantasan korupsi.

Jum'at, 6 November 2009, 09:35 WIB
Arfi Bambani Amri
Aktivis Cicak Demo Dukung KPK (ANTARA/R. Rekotomo)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - Cintai Indonesia Cintai KPK (Cicak) akan menggelar jumpa pers menanggapi hasil rapat dengar pendapat Dewan Perwakilan Rakyat dengan Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri siang ini. Cicak menilai ada upaya serangan balik atas pengusutan rekaman rekayasa kasus KPK yang melibatkan sejumlah oknum di kepolisian.

"Sebenarnya tidak ada yang baru dalam keterangan Kapolri tadi malam," ujar Febri Diansyah, salah seorang aktivis Cicak di status Facebooknya. "Dalil-dalil inti cenderung sudah terpatahkan sebelumnya, tapi yang menarik, Komisi III DPR begitu berbinar mendukung Kepolisian dan menyatakan tegas ingin membubarkan KPK," ujarnya.

Selain itu, ujar Febri, ada anggota DPR yang menyatakan rekaman penyadapan yang diputar di Mahkamah Konstitusi itu tidak sah karena tidak ada relevansinya. "Hati-hati perlawanan balik. Hari ini kami counter di (kantor) KontraS Pukul 14.00," ujar Febri.

Jumpa pers siang ini, menurut salah satu aktivis Indonesia Corruption Watch, Illian Deta, sebenarnya dimaksudkan untuk persiapan aksi hari Minggu, 8 November nanti. "Namun sekalian nanti merespons hasil rapat DPR dengan Kapolri semalam," ujarnya.

Komisi III DPR merekomendasikan kepada Polri untuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan pimpinan KPK untuk segera menuntaskan kasus pimpinan non aktif KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.

“Apakah dilanjutkan tahap P21 atau jika tidak cukup bukti, kasusnya maka diterbitkan SP3. Tapi, kalau tidak kasusnya dicoret,” kata Benny K Harman, Ketua Komisi III dalam rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Jumat 6 November 2009, dini hari.

Komisi III menginginkan agar kasus pimpinan KPK nonaktif itu terang. Selain itu juga merekomendasikan pertemuan Polri, KPK, dan Kejagung untuk verifikasi dengan difasilitasi Komisi III.

Namun rapat semalam memunculkan beragam pandangan dari fraksi-fraksi di DPR. Terlihat sejumlah fraksi mempertanyakan upaya pemunduran Susno Duadji sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal. Bahkan ada yang terang-terangan menyatakan mendukung kepolisian.

• VIVAnews
Rating
Komentar
pemerhati
06/11/2009
Bagus sekali adu argumentasi antara KPK dan Kepolisian asal tidak adu jotos saja. Nanti dilihat siapa yang jd pemenangnya, yg menang jangan sombong dan yg kalah jangan dendam. Rakyat pasti ancungi jempol.
Balas   • Laporkan
fuad h
06/11/2009
Nampak sekali anggota DPR Kom. III tidak memahami persoalan....jangan kecewakan kami...
Balas   • Laporkan
MARKUS
06/11/2009
Cicak kalo orang lain dituduh korupsi anda marah.. tapi kalo benar temen2 loe itu terbukti korupsi. bagaimana anda bersikap? kita ganyang koruptor sampai mati.. gw ngga peduli mau itu Bareskrim, Wakil jaksa Agung, KPK, maupun Candra & Bibit harus di hukum
Balas   • Laporkan
herman
06/11/2009
DPR jelas membela polisi.. Jelas2 yang sudah ditangkap & dijebloskan ke penjara oleh KPK itu banyak anggota DPR.. Penghisap darah rakyat.. trust me.. kalau tidak resolve bakal ada Reformasi lagi...
Balas   • Laporkan
vika
06/11/2009
Ayo ganyang Koruptor... Jangan percaya ama air Mata Buaya dan DPR Korup yang menelan duit Milyaran buat pelantikan... Gitu aja kok repot...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ