VIVAnews - Sosok Yulianto dalam kasus dugaan kriminalisasi dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, masih misterius. Padahal keberadaannya penting untuk memperkuat kesaksian terakhir Ary Muladi.
"Saya memang tak tahu keberadaan Yulianto di mana, tapi tenang, ada orang yang pertama mengenalkan saya kepada Yulianto yaitu Haji Labib," kata Ary usai memberikan keterangan kepada Tim 8 di Gedung Wantimpres, Sabtu, 7 November 2009.
Ary mengatakan, ia mengenal Yulianto melalui Haji Labib. Yulianto adalah seorang pengusaha asal Surabaya. "Karena Yulianto biasa mengurus izin-izin dan mengenal petinggi KPK," ujarnya.
Nama Yulianto muncul setelah Ary mencabut kesaksiannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam kesaksian terakhirnya, Ary mengaku berbohong telah menyerahkan uang dari Anggodo Widjoyo -adik buronan kasus korupsi Anggoro Widjoyo- langsung kepada Bibit dan Chandra. Ary meralat kesaksiannya, bahwa uang itu ia serahkan kepada pimpinan KPK melalui jasa seseorang bernama Yulianto.
Kesaksian Ary dalam BAP pertama itulah yang menjadi salah satu dasar Mabes Polri menetapkan Bibit dan Chandra sebagai tersangka atas kasus dugaan pemerasan pada September lalu.