VIVAnews - Pakar politik menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai mempunyai tiga pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan, bila mengacu kasus perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
"Pertama, selesaikan kasus Bibit dan Chandra. Kedua, berantas mafia peradilan. Ketiga, reformasi kepolisian dan kejaksaan," kata pengamat politik Eep Saefulloh Fatah di sela acara 'Konser Musik Indonesia Sehat Lawan Korupsi' di Bundaran HI Jakarta, Minggu, 8 November 2009.
Kasus perseteruan tersebut, kata dia, merupakan bola panas yang sedang dipegang Presiden SBY. Jika Presiden tidak melakukan sesuatu, semua tangan akan menudingnya (menyalahkannya).
"Jangan hitung berapa orang di facebook, di Bundaran HI, atau artis di panggung tetapi cari di mana titik kebenaran berada, di situlah Presiden harus berdiri. Kalau tidak, maka akan dilawan semua orang," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com