Korupsi
Rekaman KPK

Yudi Latif: Bakal Lahir People Power Baru

Bukan tidak mungkin, momen tersebut akan dimanfaatkan lawan-lawan politik Presiden SBY.

Minggu, 8 November 2009, 16:11 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Aktivis Cicak Demo Dukung KPK (ANTARA/R. Rekotomo)

VIVAnews - Perseteruan antara Polri, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperkirakan berdampak pada lahirnya gelombang kekuatan rakyat (people power) baru.

Pengamat politik Yudi Latif menuturkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu mewaspadai kemungkinan hal tersebut.

"Kepercayaan rakyat berada di titik nadir. Parlemen sudah tidak aspiratif, lembaga penegak hukum terlibat persekongkolan, sehingga muncul kekuatan sipil atau kontrol vertikal dari sipil," kata Yudi di sela acara 'Konser Musik Indonesia Sehat Lawan Korupsi' di Bundaran HI Jakarta, Minggu, 8 November 2009.

Hal itu diperparah, kata Yudi, dengan kepekaan Presiden SBY yang tidak berjalan baik dan cenderung tidak responsif pada kasus yang terjadi saat ini.

"Nurani mengatakan Anggodo secara substantif melakukan kejahatan tapi presiden dan Kapolri menggunakan dalih legal formal untuk menutupi kenyataan substantif," ujar Yudi.

Selanjutnya, kata dia, semakin Anggodo tidak segera ditahan, semakin DPR membela Polri, maka gelombang rakyat akan semakin membesar. "Kalau sudah sampai jutaan akan susah dihentikan. Untuk itu, presiden harus segera ambil tindakan atas kemungkin gelombang ketidaktaatan publik," tutur Yudi.

Bahkan, Yudi menambahkan, bukan tidak mungkin, momen tersebut akan dimanfaatkan lawan-lawan politik Presiden SBY.

antique.putra@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ