VIVAnews – Putri mendiang Nurcholis Madjid, Nadia Madjid, mendesak Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meralat pernyatan yang pernah disampaikan dalam rapat dengan Komisi III bidang hukum DPR.
Pada waktu itu Kapolri menyebut inisial N. Kemudian inisial ini diyakini sebagai Nurcholis Madjid. Kapolri menyebut orang berinisial N ini ada kaitannya dengan dugaan korupsi di Departemen Kehutanan. Yaitu ada hubungan emosional antara mantan Menteri Kehutanan MS Kaban dan pimpinan nonaktif KPK, Chandra Hamzah, karena Kaban diduga punya saham di pernikahan Chandra dengan Nadia Madjid.
“Itu tidak benar, bahkan kalau memang dia (Kapolri) percaya itu benar, itu mungkin dia dapat info yang salah atau membohongi dia,” kata Nadia yang VIVAnews kutip dari wawancara tvone dengan Nadia yang kini berada di Washington dan bekerja di media Voice of America.
Nadia melanjutkan bahwa ada kemungkinan juga Kapolri Bambang sendiri yang berbohong di depan Komisi III. Jika itu yang terjadi, Nadia sangat menyayangkannya karena kebohongan itu disampaikan kepada perwakilan rakyat di Parlemen.
Nadia mengatakan proses pernikahannya dengan Chandra (kini mantan suami) pada waktu sama sekali tidak ada unsur bantuan dari Kaban. Kedekatan dengan Chandra, kata Nadia, bermula dari keduanya yang sama-sama aktif di Senat Mahasiswa.
“Kami sama-sama akivis di senat mahasiswa UI. Dari situ kami kenal. Dan tidak ada comblang-comblangan,” kata dia.