VIVAnews - Dukungan terhadap pemberantasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya datang dari masyarakat dalam negeri. Dukungan pemberantasan korupsi oleh KPK juga datang dari Transparansi Indonesia Global dan masyarakat Indonesia yang berada di Qatar.
Di sela-sela konfrensi United Nations Convention against Corruption (UNCAC) yang digelar di Qatar, 9 hingga 13 November 2009, Ketua Dewan TI Global, Hugguete Labelle pada Rabu, 11 November 2009 bertemu dengan perwakilan Indonesia yang mengikuti konfrensi tersebut. Mereka adalah Danang Widoyoko dan Adnan Topan Husodo dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Rezky Wibowo dari Transparancy International Indonesia (TII), Dadang Tri Sasongko dari PGR, dan perwakilan dari TIFA.
Dalam kesempatan itu, Hugguete menanyakan perkembangan kasus yang menimpa Bibit dan Chandra. Dirinya juga sempat menanyakan nasib dan keamanan Bibit dan Chandra selama menjalani proses hukum.
Pada tempat terpisah, Koalisi Masyarakat Sipil beserta dua Pimpinan KPK, M Jasin dan Mas Ahmad menyempatkan diri untuk bertatap muka langsung dengan Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permika). Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Rozi Munir di Club House Markiyah Compound, Doha.
Permika melalui Ketuanya, Ali ingin sekali mendengar langsung persoalan yang dihadapi oleh KPK di Indonesia. Kurang lebih 30 orang Indonesia yang tergabung dalam Permika hadir dalam acara tersebut. Mereka berharap KPK tetap dipertahankan oleh Pemerintah Indonesia.
Permika sangat berharap agar KPK tetap menangani kasus-kasus korupsi besar di Indonesia. Permika sangat berharap agar kasus Bibit dan Chandra cepat selesai sehingga KPK dapat bekerja secara maksimal dalam memberantas korupsi.