Korupsi

Susno: Latihan Penyadapan bagi KPK

Tim 8 meragukan klarifikasi dari Susno Duadji.

Selasa, 17 November 2009, 18:13 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki rekaman percakapan antara Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji dengan Lucas, pengacara nasabah kakap Bank Century Boedi Sampoerna.

Hal ini terungkap dalam laporan akhir Tim Independen Verifikasi Fakta dan Hukum atau Tim 8 terkait kasus dua pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Dalam laporan yang diterima VIVAnews, Selasa 17 November 2009, Susno membantah menerima suap dari Lucas.

Pembicaraan soal uang dalam rekaman itu, menurut Susno, untuk latihan bagi KPK. Berikut petikan laporan akhir Tim 8 dengan subjudul: Rekaman Penyadapan KPK terkait Lucas dan Susno Duadji:

KPK mulai menyelidiki dugaan suap terkait Bank Century sejak 25 November 2008. Terkait penyelidikan, KPK mengakui memiliki rekaman penyadapan pembicaraan di antaranya antara Lucas dan Susno Duadji. Pembicaraan terkait upaya pencairan dana Budi Sampoerna. Dalam upaya pencairan tersebut, Susno Duadji mengeluarkan dua surat klarifikasi tertanggal 7 April
dan 17 April 2009.
Dalam pertemuan dengan Tim 8, Susno Duadji membantah menerima suap dalam pencairan dana Budi Sampoerna tersebut. Dia mengatakan, sengaja menyusun skenario pembicaraan seolah-olah akan menerima suap. Maksudnya untuk melakukan latihan penyadapan bagi KPK, dan sekaligus latihan “kontra intelijen”. Hanya ketika ditanya apakah pihak ketiga (Lucas) mengetahui bahwa tindakan ini merupakan kontra intelijen diketahui, jawabannya adalah tidak.
Meski membantah, Susno Duadji mengakui ada pertemuan di Hotel Ambhara dan sempat mendesain suatu rencana penyerahan dengan menggunakan tas, yang diakuinya kosong.
Keterangan dan bantahan Susno Duadji terkait pura-pura akan menerima suap demikian, diragukan oleh Tim 8.

Sebelumnya, Lucas pun mengakui kerap menghubungi Susno. Namun, dia membantah telah menyuap petinggi Mabes Polri itu. Menurut Lucas, ia membutuhkan klarifikasi uang kliennya senilai US$18 juta dari kepolisian. "Ini permintaan manajemen Bank Century. Saya hanya membela kepentingan klien saya," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Handy
18/11/2009
Maling mana ada yang mau ngaku.
Balas   • Laporkan
Pemerhati
18/11/2009
Pak Susno..Kalo kontra intelejen tidak begitu..karena P Susno tidak sedang melakukan kontra penyelidikan terhadap KPK. Kecuali bapak tersadap pembicaarannya dengan Lucas setelah ada laporan pengaduan dari Anggodo/Anggoto itu mungkin masuk akal dibilang ko
Balas   • Laporkan
Tikus
17/11/2009
Halah kontra intelejen, memang pernah latihan ilmu intelejen di mana? Ngawur, arogan, tetap bertahan dalam kesalahan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ