VIVAnews - Silang sengkarut perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian dan Kejaksaan ternyata menyebabkan produksi usaha nasional terpangkas hingga 20 persen.
"Karena kasus ini, produksi juga ada penurunan. Pabrik saya saja turun 20 persen," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi di Jakarta, Rabu, 18 November 2009.
Jika kasus ini terus berlarut, menurut Sofyan, penurunan produksi akan semakin besar ketimbang angka 20 persen seperti yang terjadi saat ini.
Rencana investasi miliaran dolar juga menguap dan tertunda, karena investor masih menunggu penyelesaian kasus tersebut oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sofyan menambahkan, bila sudah terkait dengan investasi sektor riil akan menjadi kerugian tidak hanya tahun ini atau tahun depan, tetapi jangka panjang, tiga hingga lima tahun mendatang.
"Oleh karena itu, Senin saya minta presiden melakukan hal yang tepat dan tidak berlarut-larut lagi," kata Sofyan.
antique.putra@vivanews.com