Korupsi
Berantas Markus

Polri Batasi dan Awasi Tamu-tamu Bareskrim

"Jadi niatnya ke depan saya ingin membersihkan apa adanya."

Jum'at, 20 November 2009, 16:05 WIB
Umi Kalsum, Desy Afrianti
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mabes Polri bertekad memberantas makelar kasus(markus) yang sering berkeliaran di wilayah kerja mereka. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah membatasi tamu-tamu yang datang ke Gedung Bareskrim.

Upaya pemberantasan markus ini sudah dimasukkan dalam program kerja 100 hari. Bahkan sebelum ribut-ribut soal markus, kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, pemberantasan markus sudah jadi fokus aparat karena Polri bertanggung jawab untuk membuka ruang transparansi publik dan meningkatkan pelayanan publik.

"Nanti bagaimana (yang harus dilakukan) reserse dan sebagainya, dan mambatasi itu (markus) tadi. Paling tidak, bisa membatasi kemudian merekam siapa pun tamu yang ada di situ, kan prinsipnya sekarang siapa pun bisa masuk situ. Artinya siapa pun ada langkah," beber Nanan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 20 November 2009.

Nanan juga berjanji akan membuka saluran informasi markus kepada wartawan, meski saat ini belum ada data yang masuk ke tangannya. "Kalau teman-teman melihat ada yang dianggap markus atau cakil silakan. Sekarang kan kita ingin diawasi terbuka, kalau teman-teman anggap ada, bolej kasih tahu saya langsung," kata Nanan.

Informasi yang disampaikan, kata dia, tidak mesti lewat forum resmi tapi juga bisa melalui SMS (pesan pendek). "SMS saja namanya ke saya, tagih saya terus," kata Nanan.

Namun Nanan mengingatkan agar informasi yang disampaikan tetap berdasarkan landasan hukum. Dia minta ada pengecekan dan pembuktian terlebih dahulu, sebelum menyentuh yang bersangkutan.

Terkait CCTV yang ada di ruang penerima tamu Bareskrim, Nanan mengatakan selama ini tetap aktif, sehingga pihaknya bisa memeriksa siapa saja yang datang ke gedung itu.

Yang pasti, pengawasan di lingkungan Bareskrim akan ditingkatkan. "Saya kira begitu, jadi niatnya ke depan saya ingin membersihkan apa adanya. Harapan kita tentunya teman-teman yang biasa nongkrong di Bareskrim justru yang tahu, boleh saja disyuting kalau masuk untuk keterbukaan, kalau perlu jaga di pagar kalau bisa," seloroh dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ