Kasus KPK
Susno Seharusnya Dipecat dan BHD Dicopot
Pencopotan Susno dinilai sebagai kebijakan kompromistis saja.
Rabu, 25 November 2009, 10:59 WIB
Arry Anggadha
Susno Duadji dan Bambang Hendarso Danuri berjabat tangan (Antara/ Andika Wahyu)
VIVAnews - Komisaris Jenderal Susno Duadji akhirnya dicopot sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI. Polri seharusnya tidak hanya mencopot Susno, tapi juga harus memecatnya sebagai polisi.
"Susno seharusnya tidak hanya dicopot tapi juga harus dipecat," kata Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo, saat dihubungi di Jakarta, Rabu 25 November 2009.
Susno dicopot sebagai Kabareskrim didasarkan pada telegram rahasia bernopol 618/XI/2009 tanggal 24 November 2009. Kapolri kemudian menunjuk Irjen Pol Ito Sumardi Junisanyoto sebagai Kabareskrim. Susno kini menjadi perwira tinggi Polri non job.
Pencopotan ini diduga sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden mengarahkan agar Kapolri membenahi institusi pimpinannya.
Namun, langkah pencopotan Susno dinilai sebagai kebijakan kompromistis saja. Seharusnya, Presiden SBY juga harus mengganti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Karena apa yang dilakukan Susno mendapatkan restu dari Presiden," ujarnya.
Menurut Adnan, pencopotan Bambang Hendarso dan pemecatan terhadap Susno adalah hal yang penting. "Ini untuk menunjukkan komitmen Polri dalam pemberantasan korupsi," jelasnya.
Susno Duadji adalah salah satu pejabat yang disebut dalam rekaman telepon Anggodo Widjojo yang diputar ulang dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Rekaman itu menerbitkan dugaan Anggodo merancang rekayasa kasus atas dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.
• VIVAnews
Malumuka
25/11/2009
Kita itu orang timur tapi sudah hilang sifat ketimurannya. Sudah tahu bersalah e... hanya diganti sj. Yang bersangkutan jg ndak punya malu... Kapolri sharusnya jg harusnya punya malu dan berani bertanggung jawab atas tingkah laku anak buahnya.
pengkritik
25/11/2009
Sudah selayaknya kalau anak buah berbuat salah yang berdampak signifikan terhadap stabilitas politik harus mengundurkan diri supaya kembali normal,
Rekaman menunjukkan bahwa susno jelas menjadi bos yang mempunyai kekuasaan di bareskrim Mabes jadi gampan
Timmy Christian Warouw
25/11/2009
Pepatah mengatakan "mau tau bagaimana bapaknya, lihat kelakuan anaknya" - teringat pada saat dengar pendapat baru-baru ini di Komisis III DPR-RI dengan Kapolri dan jajarannya, seorang anggota dewan mengungkapkan, bahwa prilaku polisi itu tergambarkan deng
Pemerhati
25/11/2009
Mawas dirilah..jangan cuman bisa ngomong "PECAT", "COPOT", "GANTI"..sekarang ini mana kontribusi Anda ke pemberantasan korupsi ? Satu-satunya yang "berhasil" kan cuman di kasus mark up pengadaan pemancar RRI yg kalian pajak di WEB. Itu-pun karena dikasih
rios
25/11/2009
Ya seharusnya Kabareskrim non-job, Kapolri dan Kajagung seharusnya juga cuma nunggu waktu, biasa kan pejabat2 di negeri ini tidak aka yang tulus mengemban tugas dan berjiwa ksatria. Bilang aja Kabareskrim dicopot, ga usah pake kata2 tour of duty dan segal
Si Pahit Lidah
25/11/2009
Adnan Topan Husodo, komentar anda jangan lebay, ngaca dulu. Seumpamanya anda sebagai Susno Duaji yang harus taat dengan atasan, apa yang kau bisa buat. Kalau Susno ngak punya beking tentu ngak berani loo ngomong copot bekingnye, itu baru bener, jangan yan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar