Korupsi

Bibit & Chandra, Dukungan Rakyat Tidak Gratis

Kedua pimpinan nonaktif KPK itu harus 'membayar' dukungan yang telah diberikan rakyat.

Senin, 30 November 2009, 18:07 WIB
Ismoko Widjaya, Eko Huda S
Bibit Samad Riyanto&Chandra M Hamzah (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Danang Widoyoko berharap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah segera kembali ke KPK.

Dia mengatakan, kedua pimpinan nonaktif KPK itu harus 'membayar' dukungan yang telah diberikan rakyat kepada keduanya.

"Dukungan rakyat tidak gratis, masih banyak tugas yang harus diselesaikan di KPK," kata Kordinator ICW, Danang Widoyoko di Jakarta, Senin 30 November 2009. "Termasuk masalah Cntury."

Menurut dia, Bibit-Chandra bersama pimpinan lainnya di KPK harus mengusut nama-nama yang disebut dalam rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo yang diputar di Mahkamah Konstitusi.

KPK, bisa mengusut orang-orang yang tersangkut dalam rekaman itu dengan alasan adanya upaya penyuapan. "Yang kata Anggodo sejumlah Rp 7 miliar yang diberikan kepada Bonaran untuk menyuap oknum kejaksaan dan kepolisian," kata dia.

Hari ini Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Marwan Efendi menggelar jumpa pers tentang status Bibit dan Chandra. Dia mengatakan SKPP atas kasus Bibit dan Chandra paling lambat dikeluarkan besok.


ismoko.widjaya@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
iman arif
01/12/2009
Setuju banget dengan tulisan ini, mereka (Pak Bibit dan Chandra) & KPK telah mendapat dukungan rakyat, jd jgn mengecewakannya, jangan bikin susah cara pengusutannya, jadi bikin mudah saja dalam mengusut tuntas kasus penyuapan tsb
Balas   • Laporkan
shafridha, sh.
30/11/2009
harapan kami KPK dapat mengusut tuntas Makelar kasus dan Korupsi yang melibatkan pejabat negara
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ