Korupsi

Cicak Tak Ingin Century Larut di Politik

Cicak akan terus mendorong pengungkapan skandal Bank Century mellaui proses hukum.

Minggu, 6 Desember 2009, 14:25 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Yudho Rahardjo
Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Antara)

VIVAnews - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Cinta Indonesia Cinta Antikorupsi (Cicak) akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 7 Desember 2009. Mereka akan mendorong pengungkapan skandal Bank Century.

"Kami ingin menegaskan bahwa kami konsen untuk membongkar mafia perbankan yang terlibat dalam kasus Century dan tidak terlalu larut pada ranah politik," kata peneliti, Indonesia Corruption Watch (ICW), Febridiansyah, di kantornya, Minggu, 6 Desember 2009.

Meski demikian, Cicak berharap proses politik pengusutan skandal Bank Century melalui penggunaan angket anggota dewan tidak kandas, sebagaimana nasib sejumlah angket sebelumnya. "Kami meminta agar proses politik melalui pansus tak kandas
seperti BBM, BLBI," katanya.

Penggunaan hak angket ini dipicu persetujuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia untuk mengucurkan dana talangan kepada Bank Century yang tengah dilanda bangkrut sebesar Rp 6,7 triliun. Angka itu tiga kali lipat dari yang disetujui parlemen.

Sementara itu, bola panas kasus Bank Century terus menggelinding liar. Bahkan, sejumlah aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) berani mempublikasikan bahwa sejumlah tokoh dan tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima aliran dana penyelamatan Bank Century.

Sementara hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap adanya pelanggaran dalam suntikan dana dari pemerintah kepada Bank Century senilai Rp 2,8 triliun. BPK menyimpulkan pencairan dana itu tidak punya landasan hukum yang kuat.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Haningtyas
07/12/2009
Apakah BPK tidak punya pertimbangan lain dalam hal pengambilan keputusan di tengah krisis? Seperti halnya dokter yg harus mengambil keputusan cepat jika menyangkut jiwa seseorang, jika harus mengikuti prosedur normal bisa2 nyawa pasiennya keburu amblas, d
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ