Korupsi

Pansus Angket Debatkan Posisi BPK

Ketua Pansus, Idrus Marham pun menegaskan bahwa BPK datang ke DPR bukan untuk diperiksa.

Rabu, 16 Desember 2009, 11:05 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi
Bank Century (Andika Wahyu)

VIVAnews - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menolak memberikan semua data yang terkait dengan dana talangan (bail out) ke Bank Century. Panitia Khusus (Pansus) Angket Century pun perdebatkan hak DPR dapatkan data BPK itu.

Wakil Ketua Pansus Century Gayus Lumbuun mengatakan Pansus memiliki hak istimewa untuk mendapatkan semua data yang diperlukan.  Meski ada aturan yang membatasi pemberian data itu, Gayus mengatakan "Pejabat negara dan pemerintahan serta warga negara harus meninggalkannya saat berhubungan dengan pansus," kata Gayus dalam Rapat Koordinasi Pansus dengan BPK di gedung DPR, Rabu 16 Desember 2009.

Hal ini kemudian ditimpali anggota Pansus dari Fraksi Demokrat Benny K Harman. Dia mengingatkan bahwa BPK diundang ke DPR bukan sebagai lembaga yang diselidiki. "Posisi BPK setara dengan DPR," kata Benny. "Pimpinan harus tegas."

Dengan demikian, kata dia, Pansus fokus pada pendalaman kasus Century dengan memperlakukan BPK semestinya. "Jangan kita minta lagi BPK seperti yang diselidiki," kata dia.

Ketua Pansus, Idrus Marham pun menegaskan bahwa BPK datang ke DPR bukan untuk diperiksa. "Mereka kita undang kemari."

Oleh karena itu, kata dia, rapat Pansus hari ini bukan rapat pemeriksaan melainkan rapat koordinasi.

Meski demikian, sambungnya, Pansus tetap membutuhkan data-data penunjang audit investigatif BPK. "Karena semua data itu dibutuhkan."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Pemerhati 3
16/12/2009
Kalo BPK kacungnya DPR, pemerhati anunya siapa ya....
Balas   • Laporkan
Pemerhati 2
16/12/2009
Bagus...bagus komentarnya Pemerhati.....semoga jadi pengamat betulan
Balas   • Laporkan
Pemerhati 2
16/12/2009
Bagus...bagus komentarnya Pemerhati.....semoga jadi pengamat betulan
Balas   • Laporkan
Pemerhati
16/12/2009
Kalau DPR ada Bambang Soesatyo..BPK punya Hasan Bisri..masak udah jadi Auditor spesialis bail out sejak BLBI I & II..sejak zaman ketua BPK-nya Billy Joedono..ga paham-paham juga nuansa krisis..Kenapa di BLBI I & II dulu ente tidak segarang Century sekaran
Balas   • Laporkan
Pemerhati
16/12/2009
Terus terang..di CENTURY ini BPK emang spt kacung-nya DPR..si Hasan Bisri dulu kali udah janjian..makanya pas fit proper dia dapat suara terbanyak...Untung bukan dia Ketua BPK-nya...eh Hasan..ente dulu (belum jadi ANGGOTA BPK) masih Ketua Tim BLBI I & II.
Balas   • Laporkan
dyon
16/12/2009
orang jawa bilang, di kasih hati masih mau ambil empela..... kira2 itu ungkapan yang pas untuk anggota pansus, BPK terkendala UU yang jelas2 merupakan produk DPR mengapa sekarang justru anggota DPR yang mau melanggar?? Lebih baik data dimintakan ke Men KE
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ