Korupsi

Mantan Anggota DPRD Bogor Fraksi PKS Ditahan

Nuruzzaman telah menyalahgunaan APBD senilai Rp 6,8 miliar.

Rabu, 23 Desember 2009, 16:24 WIB
Amril Amarullah
Nuzzaman digiring ke penjara (Ayatullah Humaeni | Bogor)

VIVAnews -- Nuruzzaman, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, periode 1999-2004 Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Akhirnya, dijebloskan ke penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang, bersama 20 mantan anggota dewan Kota Bogor yang sudah terlebih dahulu meringkuk.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Nuruzzaman yang didampingi dua pengacara dan dari pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor untuk menyerahkan diri setelah beberapa pekan dianggap buronan oleh Kejari Bogor.

Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, kader PKS Kota Bogor itu dibawa ke Lapas Paledang. Karena, telah menyalahgunaan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bersama 45 mantan anggota dewan lainnya sebesar Rp 6,8 milliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bogor, Andi Muhammad Topik, mengatakan meski Nuruzzaman bersama dua pengacaranya dan pengurus PKS Kota Bogor membawa surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Siloam Hospital, yang berlokasi di Kebun Djeruk, Jakarta Selatan.

Namun, tidak mengurungkan niatnya untuk menjebloskan Nuruzzaman di dalam Lapas Paledang. Apalagi, berdasarkan keterangan dari dokter kami, darah Nuruzzaman normal. "Tapi, karena mengalami stress sehingga gulanya meningkat. Jadi, secara medis, Nuruzzaman tidak sakit berat," ungkapnya, kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2009.

Lebih lanjut  ia menjelaskan, setelah Nuruzzaman dijebloskan kedalam Lapas Paledang. Pihaknya, dalam waktu dekat akan melimpahkan perkara 21 mantan DPRD Kota Bogor ini kepada Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor. "Kalau semuanya sudah masuk kedalam Lapas paledang, kami tidak mempunyai beban lagi," tegasnya.

Sementara itu, Nuruzzaman mengatakan, dirinya tidak pernah bermaksud untuk melarikan diri dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor. "Selama ini saya sakit, dan dokter tidak memperbolehkan kami untuk berinteraksi dengan manusia," jelasnya.

Dia menegaskan, penahanan terhadap dirinya dan 20 mantan anggota DPRD Kota Bogor yang sudah terlebih dahulu mendekam tersebut, tidak ada alasan yang jelas.

Laporan: Ayatullah Humaeni | Bogor



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dick
28/12/2009
ketauan dech...PKS :
Balas   • Laporkan
ihsan
26/12/2009
jika anda nyesel pilih pks wajar, tapi jangan salahkan partainya, karena nafsu manusia tidak pernah puas dengan harta, termasuk anda yg komentar, mudah-mudahan anda tidak berbuat hal yg sama ?
Balas   • Laporkan
ihsan
26/12/2009
jika anda nyesel pilih pks wajar, tapi jangan salahkan partainya, karena nafsu manusia tidak pernah puas dengan harta, termasuk anda yg komentar, mudah-mudahan anda tidak berbuat hal yg sama ?
Balas   • Laporkan
fadhil
26/12/2009
sesugguhnya, mata, hati, tangan dan semua anggota fisik kita akan di minta pertanggung jawaban didepan Allah. Bagi kita yg tdk tahu masalah lebih baik diam.
Balas   • Laporkan
Darussalam
26/12/2009
Betul, aturan yg ada memang kedengarannya g jelas, akhirnya malah seperti menjebak makanya sy masih percaya bahwa ini hanya kesalahan prosedur, bukan korupsi seperti yg digembar-gemborkan... & faktanya tdk ada anggota dewan dari FPKS yg jd kaya setelah j
Balas   • Laporkan
faridasryn
25/12/2009
@DIDIK... gak ada yg sempurna di dunia ini bung, bersih juga harus melalui proses "pencucian" kaaann. yang kotor & "noda bandel" harus dihilangkan...
Balas   • Laporkan
mustofa
24/12/2009
Dokternya yang nyleneh atau yang membuat alasan yang. Masak tidak boleh berinteraksi dengan manusia?? Jadi selama dalam rumah sakit dia berinteraksi hewan.
Balas   • Laporkan
andi
24/12/2009
ha..ha..ha... inilah contoh konkrit partai bersih dan peduli
Balas   • Laporkan
lindawati
24/12/2009
minta maaf ngak ada satu partai di negri yg bersih dai koruptor,karena korupsi sudah merambah keberbagai penjuru di negri ini,sekarang anggota dewan yg terhormat harus nya sdh berpikir bagai membi=uat undang2 yg lebih membuat efek jera atau pun bisa menga
Balas   • Laporkan
Intan
24/12/2009
PKS bersih dan peduli. Kalau ternyata ada kasus ini, pasti ada sesuatu yang kita ga tau. Kabarnya karena ga ada aturan yang jelas makanya anggota DPR yang menerima dana APBD itu merasa itu dana yang wajar aja.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ