VIVAnews - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tidak akan menerima mobil baru yang dianggarkan untuk para pejabat negara. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan, Haryono Umar, mengatakan tetap akan memakai mobil lama.
"Walaupun itu sudah masuk pos APBN, tapi pimpinan KPK tidak akan menerima," ujar Haryono di kantor KPK, Jakarta, Selasa 29 Desember 2009.
Haryono menyarankan sebaiknya mobil dinas yang digunakan adalah Toyota Innova. Menurutnya, selain kualitas Toyota Innova bagus, juga merupakan produk industri dalam negeri.
Mobil dinas baru ini adalah Toyota Crown Royal Saloon yang diperkirakan berharga Rp 1,3 miliar. Sejak Senin kemarin, Sekretariat Negara membagi-bagikan 150 unit mobil itu kepada para pejabat tinggi negara. Tidak hanya para menteri, pimpinan dewan juga mendapat jatah yang sama.
jawaban2 para menteri tentang pengadaan mobil2 baru ini benar2 menjijikan...bukannya ngurusin rakyat,,ditambah lagi minta naik gaji di 2010,,wah,,ga ada harapan wat indonesia klo pemimpinnya gini.....
indonesia kan masih bnyak maslah yg hrus diselesaikan...... seperti kemiskinan para rakyat jelata untuk lbh di pikirkan agar kehidupan mrk setidaknya lbh baik... n angaran sebsar itu lbh baik dialokasikan keyg lbh baik..... lbh bermanfat dan yg lbh memba
PRESIDENNYA GA MUTU
WAKILNYA GA MUTU
MENTERINYA GA MUTU
PEJABATNYA GA MUTU
DEWANNYA GA MUTU
APARATNYA GA MUTU
SO PASTI MENGHASILKAN KEBIJAKAN YG GA MUTU
LOGIS TOH!!!
mmm...ternyata selama ini aku bayar pajak salah satunya dinikmati dengan cara demikian yaa...gmn rakyat semangat bayar pajak..uangnya dipakai untuk yang "aneh-aneh" macam gini. Woooi sadaaar!! masih banyak rakyat miskin banyak yang sekolah tanpa meja, ged
Bagaimana jadinya negara Indonesia tercinta kalau para pejabatnya masih mata duitan dan hidup bermewah-mewah. Tanpa melihat rakyat miskin yang hidupnya semakin menderita. Ohhh duinia - oohh IndonesiaKU........
miris... miris banget.... MANA HATI NURANIMU wahai penguasaaaaaaa! salut buat KPK... harus dicontoh oleh semua yang menganku ketua wakilnya rakyat... (mewakili rakyat kok sejahteranya saja)