VIVAnews - Harta Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa, mengalami peningkatan tinggi. Belum genap 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, harta politisi dari PPP ini tercatat naik hingga Rp 10 miliar.
"Kenaikan berasal dari logam mulia," kata Suharso saat mengumumkan kekayaannya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 26 Januari 2010.
Suharso terakhir kali melaporkan kekayaan pada 2 Juli 2007. Saat itu, kekayaan Suharso Rp 3,55 miliar. Namun, pada 22 November 2009, harta Suharso naik menjadi Rp 13,3 miliar.
Suharso menjelaskan, kenaikan ini karena logam mulia yang dimilikinya belum pernah dilaporkan pada laporan sebelumnya. "Sudah ingin dilaporkan pada 2002 dan 2004 tapi tidak dimasukkan. Alhamdulillah sekarang bisa dimasukkan," ujarnya.
Selain itu, kenaikan harta juga terjadi pada harta tidak bergeraknya. Jika pada 2007 total nilai aset tidak bergeraknya adalah sebesar 1,5 milyar rupiah, maka pada 2009 harta tidak bergeraknya mencapai Rp 4,3 miliar.