VIVAnews - Masalah mantan Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Wisnu Subroto lewat pintu samping usai diperiksa berbuntut panjang. Sejumlah wartawan yang meliput di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan aksi protes bahkan boikot.
Sedianya, tadi pagi Wakil Ketua KPK M Jasin hendak menggelar jumpa pers. Namun, wartawan tak ada yang masuk ruang jumpa pers meski sudah disosialisasikan oleh humas KPK. Salah satu wartawan kemudian melontarkan celetukan," Kami sedang menunggu Wisnu Subroto."
Padahal, Wisnu Subroto diperiksa kemarin sebagai saksi dalam kasus percobaan suap dengan tersangka Anggodo Widjojo.
Akhirnya jumpa pers ini pun dibatalkan humas. Tak hanya itu, 40 wartawan menandatangani surat protes yang kemudian dilayangkan ke Pimpinan KPK melalui humas.
Isinya, wartawan meminta audensi dengan pimpinan KPK. "Kami ingin tahu mengapa kemarin Wisnu diberikan fasilitas lewat samping oleh KPK," salah satu wartawan Koran Jakarta, Donald Banjarnahor.
Wartawan dari harian umum Kompas, Ahmad Arif mengaku tidak ikut boikot. Namun, dia pun memprotes tindakan Direktur Penuntutan Ferry Wibisono yang mengantar Wisnu sampai lantai dasar gedung KPK. "Kami ingin penjelasan Pimpinan KPK."
Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta KPK memeriksa Ferry Wibisono atas dugaan sejumlah pelanggaran kode etik.
Baca Juga
Inilah Tempat Makan Paling Maknyus di Jakarta
Ayo Ngobrol dengan Wakil Anda di Senayan
Segala Hal Tentang PIALA DUNIA 2010
• VIVAnews