Korupsi

Buyung Sayangkan Sikap KPK ke Antasari

Harusnya pimpinan KPK menjaga hubungan sosial dengan mantan ketuanya.

Jum'at, 5 Februari 2010, 17:35 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Dewan Pertimbangan Presiden, Adnan Buyung Nasution menyayangkan sikap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memberikan perhatian kepada Antasari Azhar. Dia mengatakan harusnya pimpinan KPK menjaga hubungan sosial dengan mantan ketuanya itu.

"Terlepas salah atau tidak itu kan dia mantan bekas ketua KPK. Dari pimpinan KPK tidak ada lagi perhatian kepada dia," kata Adnan Buyung ketika menghadiri sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 5 Pebruari 2010. "Saya ingin menunjukkan ini tidak boleh terjadi."

Dia mengatakan sikap seperti ini merupakan sikap yang berkembang pada zaman Orde Baru. Saat itu, kata dia, orang yang dianggap bersalah langsung dikucilkan.

Buyung mencontohkan ketika orang-orang yang terlibat kasus Malapetaka 5 Januari (Malari) dikucilkan karena dianggap bersalah. "Ini yang tidak boleh. Jangan kembali pada masa Orde Baru," kata dia.

Hari ini, sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari memasuki agenda pembacaan duplik. Hingga saat ini sidang masih berlangsung.

Dalam persidangan sebelumnya, Antasari dituntut pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum. Antasari dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan pembujukan untuk melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnain. Antasari pun dijerat dengan tiga pasal berlapis, yaitu Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 2 KUHP jo Pasal 340 KUHP.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
handy
02/06/2010
mti lah kmu stu
Balas   • Laporkan
bahar
08/02/2010
sungguh sangat mengherankan bangsa ini orang yang tidak bersalah harus memikul beban yang bukan tanggungannya.
Balas   • Laporkan
mozart
07/02/2010
Bung Buyung....peristiwa Mei 1998... ingat ingat ingat....cuci tangan?? AA adalah korban keganasan hukum, pasca "reformasi"....siapa dalang besarnya?
Balas   • Laporkan
Bowo
07/02/2010
Itu yang menjadi pertanyaan besar. Seharusnya KPK membeberkan apa yang diketahui ttg kasus AA. Karena saya yakin ada fakta yang belum terungkap dari pihak KPK yang mestinya dapat meringankan AA. Kalau KPK diam akan timbul penafsiran lain apakah memang AA
Balas   • Laporkan
Ramli AS
06/02/2010
Sy setuju Basirudin. Bukan hanya KPK, seluruhnya, terutama masyarakat sipil harus membantu AA. Jalannya proses peradilan terhadap AA penuh dgn nuansa yang mencurigakan. AA adalah warga negara yg belum bisa dianggap bersalah sebelum vonis pengadilan. Masay
Balas   • Laporkan
basirudin
06/02/2010
Bukan hanya pimpinan KPK bang yang LUPA DIRI. Rakyat kebanyakan juga lupa tuh........ beliau yang membuka semua mata kita tentang bahaya korupsi... kan. Mana terimakasihnya republik ini.....?
Balas   • Laporkan
Agus
06/02/2010
Menurut saya KPK itu banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, jadi memang tidak ada waktu untuk memberi perhatian kpd pak Antasari. Maju terus KPK, jangan sampai tugas utama anda terbengkalai.
Balas   • Laporkan
borjuis
06/02/2010
Si Abang lagi minta tolong "cerita damai" anaknya di Depsos dulu zaman si Kumis kaga diumbar kemana-mana..KPK sekarang repot sih..udah dibantuin kluar penjara ga ada trima kasihnya..tetap juga anak si Abang mau diciduk..apes deh !
Balas   • Laporkan
Anak Bangsa
05/02/2010
benar pak buyung, mengapa KPK seperti memusuhi antasari. padahal hasil kerja keras antasari patut dihargai.
Balas   • Laporkan
dhusopopo
05/02/2010
kalau antasari nggak nyusahin KPK lewat testimoni...dan 'kerjasasam' dengan buaya....ceritanya tentu akan berbeda bang buyung ! Dari awal publik sudah menolaknya... saatnya yang memilih ikut bertanggung jawab, ...MenPAN
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ