Korupsi
Angket Century

PKS: Boediono Tanggung 80%, Sri Mulyani 20%

Sementara Presiden tidak terlibat sama sekali dalam pengambilan kebijakan bail out.

Selasa, 9 Februari 2010, 09:32 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Menkeu Sri Mulyani dan Boediono (antara)

VIVAnews - Partai Keadilan Sejahtera menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak terlibat dalam proses pengambilan kebijakan bail out Bank Century. Presiden hanya dilaporkan kebijakan yang sudah diambil Komite Stabilisasi Sektor Keuangam.

"Hal ini diakui oleh Sri Mulyani (mantan ketua KSSK) yang melapor ke presiden via sms keputusan kebijakan bail out Bank Century pada tanggal 21 November 2008," kata politisi PKS Mahfudz Siddiq yang juga Wakil Ketua Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century itu.

Sementara penanganan Bank Century sejak pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek sampai dengan penetapan sebagai bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik adalah sepenuhnya keputusan Bank Indonesia yang saat itu dipimpin Boediono.

"Jadi pihak yang paling bertanggungjawab dalam skandal bail out Bank Century ini adalah Boediono dan Sri Mulyani, dengan porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani," ujar Mahfudz dalam pernyataan tertulis ke VIVAnews, Selasa 9 Februari 2010. "Oleh karena itu tidak ada alasan kuat bagi Panitia Angket memanggil presiden sebagai saksi."

Kemarin PKS merupakan satu dari tujuh fraksi yang menyatakan bail out Bank Century bermasalah. PKS bahkan memberikan kesimpulan awal, ada indikasi tindak pidana perbankan dan tindak pidana korupsi.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Bambang KOI !!!
09/02/2010
Bambang Arwanan....anda org PKS ???? EMANG BOEDIONO SUDAH TERBUKTI BERSALAH ???? KALO ORG BI YG LAIN BAGAIMANA ??? JADI SEMUA SALAH BOEDIONO ???JADI KALO INDONESIA LOLOS KRISIS KEBETULAN DONG ??? BUKTI APA ANDA BILANG BOEDIONO BERSALAH ???? DIPERTAHANKAN
Balas   • Laporkan
nur rohani
09/02/2010
politik yang sedang berkecamuk diindonesia ini dseharusnya tidak ditanggapi pikiran buruk terhadap pres atau wapres.entah siapa yang salah bukan berarti kita menjustis mereka salah tanpa bukti.mereka juga mempunyai jasa yang berarti di negra ini, jika kit
Balas   • Laporkan
Bambang Arwana
09/02/2010
SBY kenapa tetap dipertahankan Boediono & Sri Mulyani? ADA APA???? pasti ada yang disembunyikan ... saran kami pemilihmu pecat saja lah dan pembangunan bisa terus berjalan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ