VIVAnews - Ruhut Sitompul, politisi Demokrat, kembali memancing debat kusir di Rapat Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Kali ini Ruhut menginterupsi politisi Hanura, Akbar Faizal, yang hendak mengajukan pertanyaan pada sejumlah petinggi Badan Usaha Milik Negara.'
Pertanyaan Akbar Faizal adalah, "BUMN itu kan diisi orang-orang hebat, terserah mau menabung di mana pun, tapi mengapa menabung di Bank Century yang kita tahu bobrok?"
Ruhut tiba-tiba menginterupsi. "Ini pertenyataan tidak substansial," ujarnya dalam rapat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Februari 2010 itu.
Akbar menjawab balik. "Tolong Saudara Ruhut ditertibkan. Saya sudah mengikuti, saya tahu persis," kata Akbar ke arah pimpinan rapat.
"Kita sama-sama sudah dua bulan. Dari awal sudah stres ini," ujar Ruhut membalas.
"Saudara Ruhut, saya tidak bicara pada Anda. Maaf kali ini saya harus hentikan. Anda telah berlebihan," ujar Akbar.
Ruhut makin panas. "Anda yang berlebihan. Anda yang berlebihan," ujarnya berulang-ulang.
"Anda tidak etis. Dewan Pembina Anda minta etis, tapi saudara tidak," kata Akbar.
"Anda berlebihan. Anda lebih tidak etis," Ruhut membalas lagi.
Perdebatan ini dicoba diredakan dengan mematikan pengeras suara Ruhut dan Akbar. Namun perdebatan terus terjadi dah semakin panas. Situasi berbalas kata ini membuat satu anggota Pansus lain angkat bicara. Dia lalu mengatakan, "keluarkan saja Ruhut."
Akhirnya, Wakil Ketua Pansus Yahya Sacawiria mengambil alih. "Stop perdebatan. Apa pun itu perdebatan antar anggota tidak masuk substansi," ujarnya. "Ayo kita sudahi."
Akhirnya agenda pemeriksaan sejumlah BUMN yang memiliki dana di Bank Century seperti Telkom, Asabri, Wika, Jamsostek, dilanjutkan.
saya heran,,ada saja yang bapak ruhut terhormat ini lakukan dalam rapat pansus!!!memberi pendapat boleh saja,,tapi harus sesuai etika laahhh!!!
kenapa setiap ada bapak tampaknya bukan penyelesaian yang ada yaa,,,malah masalah yang seharusnya tidak perlu m
ruhut dari dulu memancing emosi anggota pansus hal ini menunjukan kurangnya dewasa dan masih kekanak-kanakan benar apa ygdikatakan GUS DUR kalau DPR seperti taman kanak kanak seolah-olah rapat pansus memang dialihkan untuk membahas hal-hal yg tidak perlu
Semua tidak memahami dalam sejarah republik ini baru SBY yg tidak melakukan intervensi apalagi utk persoalan hukum..lihat aja (maaf) besan nya yg tersangkut masalah hukum sbg presiden beliau tdk melakukan intervensi..dan pelaku korupsi yg sudah mirip menj
kadang2 miris juga melihat saksi2 yang diundang yg notabene adalah tamu di rapat Pansus kadang2 anggota Pansus tidak cukup dengan mengajukan pertanyaan tapi lebih condong mencerca dan cenderung lebih mengikuti kemauan penanya..nah peran si Ruhut inilah yg
Saya melihat kesan, Bapak Ruhut memberikan jawaban yang berulang-ulang dan mengikuti, kelihatan tidak ada bobotnya, ya, barangkali ada baiknya diberhentikan saja dalam memberi jawaban agar mendapat solusi yang lebih efektif. Kelihatan jawaban seperti anak
yang namanya ruhut kayanya blm pantas duduk sebagai anggota parlemen/dpr. dia pantesnya menjadi aktor saja di film2 action, cocok buat dia. katanya berpendidikan, kok bicaranya seperti itu di parlemen. mau dibawa kemna bangsa ini kedepannya.