Korupsi
Angket Century

Ulah Ruhut di Rapat Pansus dengan BUMN

Ruhut Sitompul memotong pertanyaan politisi Hanura Akbar Faizal.

Rabu, 10 Februari 2010, 17:26 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila
Ruhut Sitompul (Auvanovic)

VIVAnews - Ruhut Sitompul, politisi Demokrat, kembali memancing debat kusir di Rapat Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Kali ini Ruhut menginterupsi politisi Hanura, Akbar Faizal, yang hendak mengajukan pertanyaan pada sejumlah petinggi Badan Usaha Milik Negara.'

Pertanyaan Akbar Faizal adalah, "BUMN itu kan diisi orang-orang hebat, terserah mau menabung di mana pun, tapi mengapa menabung di Bank Century yang kita tahu bobrok?"

Ruhut tiba-tiba menginterupsi. "Ini pertenyataan tidak substansial," ujarnya dalam rapat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Februari 2010 itu.

Akbar menjawab balik. "Tolong Saudara Ruhut ditertibkan. Saya sudah mengikuti, saya tahu persis," kata Akbar ke arah pimpinan rapat.

"Kita sama-sama sudah dua bulan. Dari awal sudah stres ini," ujar Ruhut membalas.

"Saudara Ruhut, saya tidak bicara pada Anda. Maaf kali ini saya harus hentikan. Anda telah berlebihan," ujar Akbar.

Ruhut makin panas. "Anda yang berlebihan. Anda yang berlebihan," ujarnya berulang-ulang.

"Anda tidak etis. Dewan Pembina Anda minta etis, tapi saudara tidak," kata Akbar.

"Anda berlebihan. Anda lebih tidak etis," Ruhut membalas lagi.

Perdebatan ini dicoba diredakan dengan mematikan pengeras suara Ruhut dan Akbar. Namun perdebatan terus terjadi dah semakin panas. Situasi berbalas kata ini membuat satu anggota Pansus lain angkat bicara. Dia lalu mengatakan, "keluarkan saja Ruhut."

Akhirnya, Wakil Ketua Pansus Yahya Sacawiria mengambil alih. "Stop perdebatan. Apa pun itu perdebatan antar anggota tidak masuk substansi," ujarnya. "Ayo kita sudahi."

Akhirnya agenda pemeriksaan sejumlah BUMN yang memiliki dana di Bank Century seperti Telkom, Asabri, Wika, Jamsostek, dilanjutkan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
siang kwee
11/02/2010
memang disengaja agar kebenaran tidak terungkap bubarkan aja sekalian partainya ngak ada malunya
Balas   • Laporkan
umar alfaruq
11/02/2010
saya heran,,ada saja yang bapak ruhut terhormat ini lakukan dalam rapat pansus!!!memberi pendapat boleh saja,,tapi harus sesuai etika laahhh!!! kenapa setiap ada bapak tampaknya bukan penyelesaian yang ada yaa,,,malah masalah yang seharusnya tidak perlu m
Balas   • Laporkan
Roman
10/02/2010
Kagak ada asap kalo kagak ada api....
Balas   • Laporkan
mochsoleh17
10/02/2010
ruhut dari dulu memancing emosi anggota pansus hal ini menunjukan kurangnya dewasa dan masih kekanak-kanakan benar apa ygdikatakan GUS DUR kalau DPR seperti taman kanak kanak seolah-olah rapat pansus memang dialihkan untuk membahas hal-hal yg tidak perlu
Balas   • Laporkan
irham
10/02/2010
yach ruhut lagi ruhut lagi,,setau sy yg namaxa pemimpin itu harus mmbrkncnth yg baik,bijak dlm berbcra lbh2 ktka brdbat..
Balas   • Laporkan
bonny
10/02/2010
Semua tidak memahami dalam sejarah republik ini baru SBY yg tidak melakukan intervensi apalagi utk persoalan hukum..lihat aja (maaf) besan nya yg tersangkut masalah hukum sbg presiden beliau tdk melakukan intervensi..dan pelaku korupsi yg sudah mirip menj
Balas   • Laporkan
koncet
10/02/2010
kadang2 miris juga melihat saksi2 yang diundang yg notabene adalah tamu di rapat Pansus kadang2 anggota Pansus tidak cukup dengan mengajukan pertanyaan tapi lebih condong mencerca dan cenderung lebih mengikuti kemauan penanya..nah peran si Ruhut inilah yg
Balas   • Laporkan
Saiful Amri
10/02/2010
Saya melihat kesan, Bapak Ruhut memberikan jawaban yang berulang-ulang dan mengikuti, kelihatan tidak ada bobotnya, ya, barangkali ada baiknya diberhentikan saja dalam memberi jawaban agar mendapat solusi yang lebih efektif. Kelihatan jawaban seperti anak
Balas   • Laporkan
jemmy
10/02/2010
KENAPA TIDAK BISA MENGHORMATI PENDAPAT ANGGOTA PANSUS YG LAINNYA, SAYA KIRA MALAH MEMPERBURUK CITRA DIRI SENDIRI
Balas   • Laporkan
panji prakoso
10/02/2010
yang namanya ruhut kayanya blm pantas duduk sebagai anggota parlemen/dpr. dia pantesnya menjadi aktor saja di film2 action, cocok buat dia. katanya berpendidikan, kok bicaranya seperti itu di parlemen. mau dibawa kemna bangsa ini kedepannya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ