Korupsi

ICW Desak Transparansi Anggaran Pendidikan

"Salah satu penyebab korupsi adalah ketertutupan kepada akses publik."

Kamis, 18 Februari 2010, 18:47 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Fadila Fikriani Armadita
Uang Rupiah (Antara)

VIVAnews - Indonesian Corruption Watch (ICW) meminta Komisi Informasi pusat untuk mendesak pemerintah khususnya di lembaga pendidikan lebih transparan. Terutama dalam penggunaan anggaran.

ICW menilai selama ini institusi pendidikan mulai tingkat pusat sampai daerah selalu tertutup apabila disinggung soal transparasi anggaran.

"Kami minta agar KI memprioritaskan dalam pendidikan," kata Koordinator Monitoring dan pelayanan publik ICW, Ade Irawan usai bertemu dengan Komisi Informasi di Kementerian Komunikasi dan informasi, Kamis 18 Februari 2010.

Ade mengatakan pendidikan mendapat alokasi anggaran paling besar ketimbang bidang lain.

ICW menilai tertutupnya institusi pendidikan terkait transparansi anggaran membuat bidang itu rawan korupsi. "Uang itu akan menguap dan tak jelas penggunaannya," ujar dia, usai bertemu dengan Komisi Informasi di Kementerian Komunikasi dan informasi.

Lebih lanjut Ade menilai ketidaktransparan bisa dipidanakan menggunakan undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. "Salah satu penyebab korupsi adalah ketertutupan kepada akses publik," kata dia.

Ade juga mengatakan lembaga pendidikan tidak memiliki tradisi terbuka. "Ini akan membuat dunia pendidikan kita semakin terpuruk," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ