VIVAnews - Pengambilan keputusan dalam sidang paripurna Pansus Hak Angket Century diperkirakan bakal alot. Seperti yang sudah-sudah, keputusan diprediksi melalui voting. PDI Perjuangan berharap tidak ada voting.
"Sedapat mungkin PDIP tidak menginginkan voting dalam paripurna besok. Terlebih pandangan fraksi selama ini sudah jelas, siapa yang menyebutkan nama, siapa yang menyebutkan instansi," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin 1 Maret 2010.
Kalau pun ada voting, kata dia harus dilakukan secara terbuka dan setiap anggota mempunyai hak karena proses pansus selama ini dilakukan secara terbuka.
PDIP sampai sore ini masih bersikukuh agar rekomendasi pansus dalam paripurna besok menyebutkan nama penanggung jawab bail out Century. Tjahjo berharap pansus tidak terjebak pada kompromi politik.
Soal bocoran tim perumus terkait tidak adanya penyebutan nama, ia mengatakan, hasil yang disusun tim perumus belum final. Namun kalau memang hasil rekomendasi pansus seperti itu, bisa dibilang tidak ada kesepakatan dan keberatan fraksi yang harus disampaikan di paripurna oleh ketua pansus secara terpisah.
PDIP pun, kata Tjahjo, sampai saat ini terus melakukan lobi untuk meyakinkan semua pihak bahwa ada orang-orang yang bertanggung jawab atas penyelamatan Bank Century yang menelan biaya hingga Rp 6,7 triliun. Ia berharap lobi-lobi yang juga dilakukan pihak lain tidak sampai jadi ajang adu domba atau penekan.
Soal kemungkinan perubahan peta politik, Tjahjo tidak menampik kemungkinan itu. "Yang berkoalisi solid saja membuktikan bisa bercerai berai. Jadi dalam politik apapun bisa terjasi. Kita saksikan saja besok," kata dia.