Korupsi

Paripurna Century 2 Hari, Demokrat Menang

"Demokrat masih mungkin memberikan kejutan di injury time."

Senin, 1 Maret 2010, 16:03 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Rapat paripurna DPR (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Tidak seperti biasanya, DPR menggelar Paripurna untuk satu masalah selama dua hari, yakni kasus dana talangan (bail out) ke Bank Century. Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi menilai keputusan ini merupakan langkah kemenangan bagi Demokrat.

"Apalagi kalau sampai Paripurna menjalankan mekanisme voting tertutup," kata dia dalam perbincangan dengan VIVAnews, Senin 1 Maret 2010.

Dengan Paripurna dua hari, kata dia, Demokrat berkesempatan untuk melobi sejumlah partai-partai yang masih ragu.

Hari ini, dia menilai konstelasi politik masih sangat cair. "Demokrat masih mungkin memberikan kejutan di injury time," kata dia.

Salah satunya, adalah melobi Fraksi Partai Gerindra untuk masuk dalam jajarannya. Meski dalam pandangan akhir menilai bail out melanggar, namun Gerindra melunak dengan tidak menyebut nama pejabat yang bertanggung jawab seperti yang dilakukan empat fraksi yang berseberangan dengan Demokrat.

"Kalau votingnya tertutup, Gerindra tetap bisa menjaga image dengan memilih pilihan yang aman, namun tidak mempermalukan Demokrat," kata dia.

Pilihan itu, menurut dia, adalah menyatakan bahwa kebijakan bail out benar, tapi ada masalah di implementasi. Sejumlah partai yang ragu lainnya pun, kata dia, akan memilih opsi ini, seperti PAN dan PPP.

Dia memperkirakan ada dua kemungkinan lainnya yang mencuat di paripurna, yakni kebijakan bail out dan pelaksanaan tidak melanggar hukum dan kebijakan maupun implementasi bermasalah.

Sementara, kata dia, partai yang berseberangan dengan Demokrat seperti PDIP dan PKS  tidak mau voting tertutup.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ