Korupsi

Sikap Final PAN: Dukung Bail Out Century

PAN menyoroti implementasi kebijakan yang dicurigai menyimpang

Selasa, 2 Maret 2010, 08:09 WIB
Arfi Bambani Amri
Bima Arya (baju biru) sedang memandu sekolah politik artis PAN (VIVAnews/ Ahmad Rizalludin)

VIVAnews - Partai Amanat Nasional menyatakan tidak berubah pandangan dengan yang disampaikan 23 Februari 2010 lalu di Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. PAN menyatakan memahami bail out sebagai cara penyelamatan perbankan.

"Dalam konteks kebijakan, bail out dapat dipahami sebagai langkah penyelamatan atas krisis," kata Ketua Bidang Komunikasi dan Politik PAN, Bima Arya Sugiarto, secara tertulis ke VIVAnews, Selasa 2 Maret 2010.

Keputusan tersebut, kata Bima, harus dilihat dalam konteks situasi saat itu dan tidak bisa ditakar dengan ukuran saat ini saja. "Namun PAN melihat juga ada indikasi kuat terjadinya tindakan-tindakan yang berlawanan dengan hukum pada fase implementasi kebijakan. Dan PAN mendorong proses hukum selanjutnya untuk mengusut hal tersebut," katanya.

Pandangan PAN ini selaras dengan pandangan akhir 23 Februari silam. PAN tidak mengkritik bail out, lebih banyak menyoroti implementasi kebijakan.

Juru bicara PAN di Pansus Century Asman Abnur mengatakan, kasus Century menunjukkan lemahnya pengawasan Bank Indonesia (BI) dalam proses merger dan akuisisi bank. Kondisi itu memicu penyimpangan yang dilakukan pemilik dan manajemen Bank Century. Pemilik bank akhirnya melakukan manipulasi terhadap dana nasabah. "Untuk itu, kami mendesak agar memprosesnya secara hukum," kata Asman.

Dalam kesimpulannya, PAN juga meminta aparat berwenang untuk mengembalikan dana yang dilarikan ke luar negeri kepada nasabah. PAN juga meminta pemerintah untuk memperkuat peraturan, karena potensi krisis global yang berdampak ke dalam negeri masih berpotensi terjadi.

"Kami juga mendesak untuk segera diselesaikan pengesahan RUU Otoritas Jasa Keuangan," ujar Asman. Hal itu untuk memberikan fungsi pengawasan di industri keuangan dan pasar modal.

Selain itu, dalam kesimpulannya, PAN meminta penuntasan aliran dana Century dengan tidak menimbulkan kecurigaan. Partai berlambang matahari itu juga meminta proses penyeleksian pemilik dan pengelola bank, karena potensi adanya bank gagal masih bisa terjadi.

Dengan posisi PAN seperti ini, kemungkinan besar partai matahari bersikap selaras dengan Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa. Kedua partai terakhir ini secara konsisten sejak awal menyatakan mendukung bail out Bank Century.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
nge-PANS
02/03/2010
Sepertinya PAN sudah siap untuk bunuh diri ditinggal massanya.... Jangan karena dapat kedudukan MENTERI..... dipertahankan....massa kamu tinggalakan...
Balas   • Laporkan
green dragon
02/03/2010
ketua MPP PAN ...........SBY???????????
Balas   • Laporkan
green dragon
02/03/2010
Ketua Dewan Syuro (MPP) PAN adalah SBY.......!!!!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
mas waloyo
02/03/2010
PAN.?????? dak lagi lau............. janji Reformis malah jd pengemis
Balas   • Laporkan
waloyo
02/03/2010
Mana Reformis-Mu dulu.......... klo gya spt itu dak ada bedanya dg jaman dulu.........
Balas   • Laporkan
waloyo
02/03/2010
PAN sekarang dah Mlempem, dak speti dl lg..... , klo dah byak yg jabat lupa sama rakyat.........., Pak Amin Tlong Bersihkan PAN dari Penjilat2,........., sy dah dak simpatik lagi ni, dr awal berdiri sy pendukung n pengurus PAN di level paling bawah, tp li
Balas   • Laporkan
rakyat jelata mengikuti pansus sejak 3bln yg lalu
02/03/2010
Saya kira,itu semua hanya bahasa apology dari PAN, selamat tinggal PAN, DEMOKRAT, PKB. PENGHIANAT RAKYAT.
Balas   • Laporkan
hasbi
02/03/2010
partai reformis apa partai penjilat??yang pasti tambah satu lagi partai penjilat... demi kekuasaan ketua nya hatta rajasa yang dijagokan amin rais ketika munas kemarin......SELAMAT TINGGAL PAN.......
Balas   • Laporkan
wong batam
02/03/2010
pAN OH PAN.......pan....cilok....uang rakyat kok masih ada yg milih ya heran ..............???????
Balas   • Laporkan
wong batam
02/03/2010
pAN OH PAN.......pan....cilok....uang rakyat kok masih ada yg milih ya heran ..............???????
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ