VIVAnews - Malam ini, Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat paripurna membahas hasil Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Terlepas seperti apa hasil kerja panitia beranggotakan 30 orang ini, Pansus Angket Century setidaknya telah memberi empat pelajaran bagi demokrasi.
"Pertama, pada saat pemilihan pimpinan Pansus, ada semacam fit and proper test," kata Ketua Pansus Idrus Marham di gedung parlemen, Senin 1 Maret 2010 malam. "Ada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menanyakan komitmen pimpinan yang sebelumnya tak pernah ada. Saya kira ini suatu pembaharuan, yang harus konsisten lakukan ke depan."
Kedua, Pansus selalu menggelar rapat dengan terbuka. Pembahasan pun terbuka kepada masyarakat. "Ini yang dalam pansus sebelumnya tak pernah terbuka, rapat selalu tertutup," kata Idrus yang juga Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu.
Ketiga, Pansus sudah melakukan banyak Penyitaan dokumen terkait usaha menyelidiki kasus ini. "Yang sebelum-sebelumnya dilarang oleh hukum, tapi kali ini, Pansus bisa menyalin dan menyita data yang diperlukan," ujar Idrus.
Keempat, masalah kinerja, Pansus menjadikan data dan fakta sebagai kerangka dasar. "Tidak lagi pernyataan dan opini yang dijadikan dasar," kata Idrus.
Dan Idrus berharap, model kerja Pansus seperti ini menjadi tradisi yang akan terus berkembang di Indonesia. "Saya kira ini bisa menjadi tradisi yang lebih baik atau lebih maju, menjadi role model bagi Pansus-pansus berikutnya," kata Idrus.