VIVAnews - Mantan Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil, membantah menyarankan agar uang sejumlah BUMN disimpan di Bank Century. Sofyan Djalil mengaku baru mengetahui hal itu setelah rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Saya tidak tahu ada uang BUMN sampai saat itu, dan saya tidak pernah tahu kapan ditempatkannya," kata Sofyan Djalil di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 2 Maret 2010. "Kaget saya kok ada uang BUMN di situ."
Sofyan mengaku rapat itu dilangsungkan pada 12 November 2008 malam. Saat itu, rapat berlangsung secara teleconference karena Sri Mulyani sedang berada di Washington, Amerika Serikat.
Sofyan menjelaskan, saat menjabat sebagai Menneg BUMN, dia tidak pernah mengeluarkan surat mengenai penempatan dana di Bank Century. Sofyan juga mengaku tidak tahu alasan BUMN menempatkan dananya di Bank Century yang saat pembentukannya saja sudah bermasalah. "Mungkin mereka tidak tahu, sebagai menteri BUMN saya tidak harus tahu. Kalau mereka taruh uang di mana saya tidak perlu tahu semua," jelasnya.
Saat teleconference, lanjut Sofyan, Sri Mulyani memerintahkan agar uang BUMN di Bank Century tidak dipindahkan. "Takut rush," ujarnya.
Kemudian setelah Century diambil alih LPS, menurut Sofyan, kementerian BUMN menerima surat dari LPS supaya dana BUMN di Century juga jangan ditarik. "Kalau bisa BIMN menempatkan uang di Century karena kini sudah aman akrena sudah diambil alih oleh LPS."
Menurut Sofyan, saat itu dia menyerahkan sepenuhnya kepada BUMN-BUMN yang menyimpan dananya di Century apakah akan menarik atau tidak. "Namun kenyataannya stelah Bank Century diambil alih, dana BUMN yang ada malah ditarik, bukan ditempatkan," jelasnya.