Korupsi

KPK Harus Klarifikasi Kenaikan Harta Boediono

ICW juga mendesak KPK agar membuka seluas-luasnya akses publik terhadap LHKPN.

Jum'at, 5 Maret 2010, 12:11 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
Gubernur BI Boediono (Fanny Octavianus)

VIVAnews - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengklarifikasi kenaikan harta Wakil Presiden Boediono yang meningkat sebesar Rp 6 miliar hanya dalam jangka waktu lima bulan.

"KPK harus segera meminta konfirmasi kepada Boediono, agar pengumuman harta kekayaan tidak hanya sekedar seremonial," kata Danang saat dihubungi VIVAnews, Jumat 5 Maret 2010.

Selain meminta konfirmasi, ICW juga mendesak KPK agar membuka seluas-luasnya akses publik terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). "Ini penting untuk mendorong partisipasi publik dalam mengawasi penyelenggara negara," ujar Danang.

Harta Wakil Presiden Boediono meningkat tajam tak sampai satu tahun. Hanya dalam jangka waktu lima bulan, harta mantan Gubernur Bank Indonesia itu naik sekitar Rp 6 miliar.

Boediono mengungkapkan total hartanya pada 30 September 2009, dia memiliki Rp 28.082.373.823 dan US$ 16.000. "Yang mana pada pelaporan sebelumnya, yaitu 30 April 2009, total kekayaan berjumlah Rp 22.067.815.019 dan US$ 15.000," jelas Boediono saat mengumumkan kekayaan di Kantor Presiden.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Mohammad Dawoed
11/03/2010
Saya percaya, kalau pak Boediono sudah berani melaporkan kenaikan jumlah hartanya pasti sudah ada alasan yang significan. Selamat ya pak, menurut saya anda adalah pejabat yang sukses dalam mengembangkan harta kekayaan. Senagai sesama muslim, saya hanya pe
Balas   • Laporkan
2gno
05/03/2010
harus pada haham jangan asal ngocol. Kenaikan harta memang bisa penambahan harta, tapi juga bisa kenaikan nilai jual (NJOP), saham, tabungan, disamping tambahan tabungan, atau dapat warisan tanah yg harganya aduhai. gak bisa ngisi LHKPN aja pada ngocol,
Balas   • Laporkan
komarudin
05/03/2010
Tidak mengherankan. Pengabdian berpuluh tahun di dalam dan luar negeri. Apalagi segala tunjangan Bank Indonesia jumlahnya sangat besar.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ