Korupsi

KPK: Koruptor Masih Kuat di Negeri Ini

Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup.

Selasa, 9 Maret 2010, 11:27 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
KPK (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indonesia dinilai sebagai negara terkorup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi pada pelaku bisnis. Penilaian itu berasal dari perusahaan konsultan "Political & Economic Risk Consultancy" (PERC) yang berbasis di Hong Kong.

Menanggapi survey itu, Wakil Ketua Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto, membenarkan mengenai survey tersebut. "Memang, kelompok koroptor masih kuat di negeri ini," kata Bibit saat dihubungi, Selasa 9 Maret 2010.

Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar menambahkan, survey itu akan membuat KPK bekerja keras lagi. "KPK akan bekerja keras untuk membenahi sektor publik baik di pusat maupun daerah," ujarnya.

PERC menilai korupsi yang telah merajalela di semua level justru menjadi penghambat pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono yang bertugas memerangi korupsi, terutama terhambat oleh politisasi isu dari pihak-pihak yang merasa terancam.

Hasil survei itu menyebutkan Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei pada 2010. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang poinnya 7,69.

Responden survei berjumlah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat.

Sedangkan, posisi kedua ditempati oleh Kamboja sebagai negara paling korup. Kemudian diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea, Macau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Mereka semua termasuk negara paling korup dalam survei, selain Singapura.

Survei ini mengkaji bagaimana korupsi mempengaruhi berbagai tingkat kepemimpinan politik dan layanan sipil. Ini juga melihat bagaimana korupsi dianggap berpengaruh pada lingkungan bisnis secara menyeluruh, serta seberapa jauh perusahaan mengatasi masalah internal dan eksternal ketika berhadapan dengan situasi tersebut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
adri rumbou
16/11/2010
Masih ada harapan... Di Negeri ini masih banyak orang baik hanya saja mereka belum memiliki akses untuk melakukan pemberantasan total...
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
Mudah2an Tuhan kamu melimpahkan rahmat kpd kamu (wahai pemegang amanat), tetapi jk kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami (Tuhanmu) kembali (mengadzabmu). Dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bg (kamu) orang2 kafir. (Q.S. 17:8).
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
bisa terpicu dan meledak. Bila itu terjadi, maka akan ada huru-hara besar dan berskala besar. Hanya kebinasaan sajalah yang ada dan akan terjadi. Apa ini yang kalian kehendaki ????!!!!
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
karunia Allah yg subur makmur ini !!! Semua itu amanat bagi kalian wahai para pembesar negeri !! Kalau kalian tdk mau berhenti (dari merusak negeri ini), maka tunggulah adzab Allah yg akan datang pada kalian semua. Negeri ini bisa Cheos. Kebrutalan rkyt
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
Hai pembesar negeri, sadarlah dan sgr bertaubat !!! Jgn lah kalian spt Bani Israil yg membuat kerusakan di muka bumi (negeri) ini dua kali (Periode) Q.S.17:4-8. Masa Orba sdh cukup, masa reformasi ini jgnlah kalian ulangi !!! Jangan kalian rusak negeri..
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
negeri ini hancur dan binasa. Rkyt yg kelaparan sdh semakin buas, saling tikai dan saling bunuh sesamanya. Dan tunggu saja, kebuasan rakyt negeri ini akan segera sampai pada mrk dan akan melumat habis apa saja yg bs didapatkan dr mrk !!
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
Merekalah sesungguhnya musuh yang sejati bangsa dan negara ini, bukan agresor asing !! Musuh asing bisa menguasai kekayaan negeri kini, karena dibukakan pintu2nya oleh mrk. Mereka pengkhianat bangsa !!!!! Sgr tangkap, dan hukum mrk bila tdk ingin.....
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
Peringatan dan teguran sdh tdk akan mrk dengarkan !! Tindakanlah yg hrs diberikan pd mrk !!! Mrk sdh tdk memiliki telinga, mata dan perasaan. Mrk sdh mati !!! Maka yg pantas adalah....KUBUR MEREKA SEGERA !!!!!!!
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
koruptor, maka rkytlah yg akan memproduk UU itu sendiri. Pemegang hak dan kedaulatan tertinggi di negara ini adlh rakyat, bukan mrk !!!! Jangan mrk seenak perutnya sendiri membuat UU untuk kepentingan dan keuntungan mrk !!! Kita tunggu saja waktunya...
Balas   • Laporkan
arismunandar1967
26/10/2010
akan pernah mau berhenti dlm perbuatan dosa dan kejahatan, hatta zurtumul maqoobir, sampai liang kubur kita siapkan untuk mrk !!!! Maka, cara paling effektif adlh, hukum mati mrk !!! baru mrk akan jera !! DPR tdk mau memproduk UU yg menghukum mati para..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ