Korupsi

Tjahjo Tak Tahu Uang Usai Pemilihan Miranda

Fraksi PDIP menghormati kemandirian hukum dan apapun hasil keputusan pengadilan.

Selasa, 9 Maret 2010, 12:25 WIB
Arry Anggadha, Anggi Kusumadewi
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo (Antara)

VIVAnews - Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, mengaku tidak mengetahui adanya uang yang mengalir paska terpilihnya Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.

"Saya sebagai ketua fraksi, sama sekali tidak tahu," kata Tjahjo, Selasa 9 Maret 2010.

Tjahjo pun tak mau berkomentar banyak, karena menurutnya tidak etis membangun opini publik ketika proses persidangan sedang berjalan. "Silahkan proses pengadilan berjalan, karena Fraksi PDIP menghormati kemandirian hukum dan apapun hasil keputusan pengadilan," ujarnya.

Sesuai dengan komitmen PDIP, maka Tjahjo pun tidak mau melibatkan diri secara teknis dalam berbagai permasalahan yang muncul dalam proses persidangan.

Dalam sidang perdana, jaksa Muhammad Rum, mengungkapkan bahwa Dudhie menerima Rp 9,8 miliar dari Nunun Daradjatun melalui Ahmad Safari Hakim alias Arie Malangjudo.

Nunun melalui pengacaranya membantah telah mengucurkan dana itu. Sedangkan Arie dikenal sebagai ajudan dari Nunun.

Menurut Jaksa, uang itu kemudian dibagi-bagikan kepada anggota fraksi PDI Perjuangan lainnya di Komisi Keuangan dan Perbankan periode 1999-2004, masing-masing 500 juta. "Termasuk terdakwa," kata jaksa M Rum.

Panda Nababan selaku Sekretaris Fraksi PDIP, kata Jaksa, menerima jatah Rp 1,45 miliar. Sisa uang, kemudian dibagikan Panda kepada Emir Moeis Rp 200 juta dan Sukarjo Rp 200 juta.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
poerwanto
16/03/2010
semoga Allah SWT melaknat orang2 munafik yg bercokol di pdip, saya rakyat indonesia tidak rela dunia akhirat atas perbuatan mereka tsb....... untuk sdr cahyo kumolo, tolong rumah saudara dipasang cermin yg banyak, sampai ke wc sekalipun supaya saudara tah
Balas   • Laporkan
Adem Ayem
11/03/2010
Ketahuan Mahasiswa demonya = "Demo by Order"....kalau ga ada order kasus kaya gini sepi2 saja......
Balas   • Laporkan
wied
11/03/2010
Betul Om! disumpahpun pasti mau kalau nggak ada uang usai pemilihan Miranda. tapi yang ada traveller cheque! Kalau uang beneran ya susah bawanya - kelihatan dong! coba 1,45 M untuk panda dirupain 100 ribuan ada 145 bendel, belum lagi kalau pecahannya leb
Balas   • Laporkan
Yulius
10/03/2010
Hukum adalah panglima di negara kita, makanya siapapun yang melanggar hukum tanpa pandang bulu dihukum sesuai pelanggarannya, jangan sampai yang gencar gencar menyuarakan supremasi hukum menjadi senjata makan tuan
Balas   • Laporkan
gue
10/03/2010
kalau ga ada yg bayari mana mau turun ke jalan...
Balas   • Laporkan
I One
09/03/2010
Nah.....ini ungkapan Politisi cerdas, Silahkan proses pengadilan berjalan, karena Fraksi PDIP menghormati kemandirian hukum dan apapun hasil keputusan pengadilan," kalau teman P. Tjahjo yang menyuruh orang lain mundur tanpa proses pengadilan terlebih dahu
Balas   • Laporkan
eks Mahasiswa
09/03/2010
Tuh kan... mahasiswa nggak murni demonya, giliran yg gini diem mulu, mahasiswa mahasiswa
Balas   • Laporkan
virus86
09/03/2010
sebuah pengalihan isu atau??.....sukses deh buat para politisi yang membuat bangsa ini makin terperosok..
Balas   • Laporkan
vortal
09/03/2010
Beneran saya tidak tau kalo ada uang, yang saya tau rekening saya bertambah sekian milyar..... itung-itung balasa jasa lolos seleksi.. kan itu ongkos capek
Balas   • Laporkan
tagor
09/03/2010
masak sih pak ngak tau...coba inget-inget lagi ini kebenaran untuk rakyat loh pak....kalau semua terungkap rakyat lah yang menjadi pemenangnya. saya harap bapak coba sekali lagi untuk menggingat apakah bapak mengetahui uang itu. kalau ingat tolng diserahk
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ