Korupsi
Anggota Dewan Terima Suap

Marzuki: Kenapa Mereka Tidak Mundur

Marzuki meminta agar dalam penegakan hukum harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Selasa, 9 Maret 2010, 13:17 WIB
Arry Anggadha, Mohammad Adam
Ketua DPR Marzuki Alie (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie, menilai anggota dewan yang diduga menerima suap dalam kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sebaiknya mundur.

"Kalau mereka mendorong Pak Boediono mundur, tapi mereka tidak mundur. Itu bagaimana," kata Marzuki Alie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.

Meski demikian, Marzuki meminta agar dalam penegakan hukum harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Selagi belum ada kekuatan hukum yang tetap," jelas politisi Partai Demokrat itu.

Seperti diketahui, dalam sidang perdana dengan terdakwa Dudhie Makmum Murod, terungkap sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan ikut menerima uang yang diduga suap. Uang diberikan diduga sebagai kompensasi karena memilih Miranda Swaray Goeltom saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004.

Jaksa Penuntut Umum KPK menyebutkan, politisi senior Panda Nababan sebagai penerima terbesar sebanyak Rp 1,45 miliar. Panda saat ini masih duduk sebagai anggota dewan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
antho
17/03/2010
Sekaranglah saatnya seluruh partai wajib membersihkan dirnyai dari para koruptor busuk penggerogot hak Rakyat. Saya yakin, PDIP, PKS, PGolkar, PGerindra, PHanura berani berbuat dan bertanggung jawab memecat para anggotanya apabila terbukti korupsi, dan se
Balas   • Laporkan
antho
17/03/2010
“Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-2 hendak memperlihatkan kepadaku azab yg diancamkan kepada mereka, ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-2 yg zalim." & “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-2 setan. Dan aku
Balas   • Laporkan
SekarangSaatnya
17/03/2010
Sekaranglah saatnya partai-partai membersihkan diri dari virus laten para koruptor busuk negeri ini, yang di legislatif, yudikatif, dan eksekutif. Siapa yang mau duluan? PDIP saya yakin berani melakukannya. PKS apalagi. Golkar pasti mampu. PD.... pasti ga
Balas   • Laporkan
Mutiara
11/03/2010
Inilah maling teriak Maling, DPR mang sarang Koruptor. kejar target supaya modal balik kali ya....banyak politisi yang gerah dng pemerintahan SBY, karna takut terbongkar kedoknya.....
Balas   • Laporkan
Adem Ayem
11/03/2010
Weleh weleh.....ga tau nya benerrrr.....maling teriak maling......biar dapat kompensasi.... Pak SBY tegak kan hukum...brantas habissss.... korupsi
Balas   • Laporkan
Andy
11/03/2010
Ngomong emang gampang... Biarlah hati nurani yang bicara, kita rakyat berdoa saja, biar Tuhan YME yang memberikan Pengadilan-Nya kepada mereka semua!
Balas   • Laporkan
yudi
10/03/2010
Bagai mana rakyat percaya dengan wakilnya dia aja suka disuap
Balas   • Laporkan
john
10/03/2010
memang politikus bermuka dua,seharusnya menteri-menteri "koalisi" yang tidak mendukung Pemerintah sebaiknya juga mundur!
Balas   • Laporkan
think
10/03/2010
Siiiiiiiiiip siapaun dia dan dari mana Partainya kalao memang ter bukti korupsi harus di hukum..biar tambah jelas siap saja yg memang bener2 berjuang buat Indonesia yg bersih, peduli kerakyat dan Menuju kearah g lebih baik...
Balas   • Laporkan
jay
10/03/2010
Politisi-politisi PDIP begini ini yang selalu menyengsarakan rakyat.... Kelakuan kayak buaya darat...plin...plan.... Kesimpulannya kehadirannya justru memperkeruh Republik ini, dan mau menggerogoti negara dan rakyat saja. PDIP jadi sarang pembajak rakyat
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau