VIVAnews - Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya menempati posisi tertinggi yang diadukan ke satuan tugas pemberantasan mafia hukum. Juru Bicara Mahkamah agung, Hatta Ali mengatakan itu merupakan sesuatu yang wajar.
"Di pengadilan orang biasa menang atau kalah," kata Hatta Ali, saat dihubungi di Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.
Dia memisalkan pada perkara perdata, orang yang kalah di pengadilan suaranya akan sumbang. "Coba dia menang, pasti bilang hakimnya baik," ujarnya.
Terkait pengawasan Mahkamah Agung sendiri mengatakan tetap menjalankan pengawasan seperti biasa. "Bahkan sekarang ada peningkatan di Mahkamah Agung," tambahnya. Pengawasan MA diakui Hatta cukup efektif dan telah dilakukan tindaklanjut dari pengaduan tersebut.
Sebelumnya sekretaris Satgas, Denny Indrayana mengatakan, ada 120 pengaduan yang berkaitan dengan Mahkamah Agung dan lembaga peradilan di bawahnya, duduk diperingkat kedua Kepolisian RI sebanyak 96, dan kejaksaan menduduki rangking ketiga dengan jumlah pengaduan 63 laporan.
Denny menambahkan meski menempati posisi tertinggi yang diadukan, bukan berarti Mahkamah Agung dan peradilan di bawahnya terdapat mafia hukum paling banyak. Meski demikian, Denny yakin benar ada mafia hukum di tiga instansi penegak hukum tersebut. "Haqul yakin, dari hulu sampai ke hilir," kata dia.