Korupsi

Gayus: Mengapa Hanya PDIP?

Jaksa KPK membongkar nama-nama penerima cek perjalanan.

Rabu, 10 Maret 2010, 09:13 WIB
Ita Lismawati F. Malau
Gayus Lumbuun (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews - Salah satu politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gayus Lumbuun mengatakan partainya menghormati proses hukum terkait 19 nama rekannya yang diduga menerima suap.

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar nama-nama penerima cek perjalanan (traveller cheque) saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada 2004. Saat itu, pemilihan dimenangkan Miranda Swaray Goeltom.

Gayus meminta, sebelum ada keputusan dari pengadilan semua pihak menghormati praduga tak bersalah. "Lagipula ada kejanggalan dalam kasus ini," kata dia kepada tvOne, Rabu 10 Maret 2010.

"Ada sekitar 46 anggota Komisi (Keuangan dan Perbankan) saat itu yang diduga menerima. Lalu, kemana proses yang lainnya? Mengapa hanya satu fraksi saja," kata dia.

Gayus berharap KPK tidak terintervensi dalam menangani kasus ini. "Tidak mengarah kepada kepentingan."

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
JAP
18/03/2010
tidak hanya PDIP pak... lha ini ... http://korupsi.vivanews.com/news/read/135840-penyelidikan_3_anggota_dewan_diajukan_ke_pom tul ga...?
Balas   • Laporkan
mbah mangun
11/03/2010
itulah Indonesia...........
Balas   • Laporkan
Kantona
11/03/2010
Tebang pilih udah dari dulu tuh,,,KPK sepertinya disusupi oleh kepentingan lawan politik PDIP,hati hati pak Gayus
Balas   • Laporkan
apit
11/03/2010
ternyata asas praduga tak bersalah hanya berlaku bagi gayus dan cs-nya, tapi bagi orang lain no way.
Balas   • Laporkan
apit
11/03/2010
ternyata asas praduga tak bersalah hanya berlaku bagi gayus dan cs-nya, tapi bagi orang lain no way.
Balas   • Laporkan
Tone Riosano
11/03/2010
Tuh...Mahasiswa yang kemarin DEMO pada kemana, Yang udah jelas kasus korupsinya yang dilakukan anggota DPR fraksi PDIP kok pada diem heeh?. Kemarin masalah Centuri kalian berkoar seolah-olah Budiyono n Srimulyani Drakula. Padahal pengetahuan lu soal Keuan
Balas   • Laporkan
Tone Riosano
11/03/2010
Gak salah tuh Gayus punya komentar ke KPK " Diharap tidak Intervensi dalam maslah ini dan Menjurus ke Kepentingan" Baaa.h Dasar MUNAFIK
Balas   • Laporkan
irwan
10/03/2010
semuanya maling..pantesan disebut republik maling. Tinggal mana yang mau ditangkep, milih aja. Ayo ditangkep !
Balas   • Laporkan
irwan
10/03/2010
semuanya maling..pantesan disebut republik maling. Tinggal mana yang mau ditangkep, milih aja. Ayo ditangkep !
Balas   • Laporkan
salman
10/03/2010
KPK jangan tebang pilh, sepertinya pasca penahanan 2 pimpinan KPK, lembaga tersebut mulai dikendalikan sama pihak "tertentu"
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ