Chandra: Hak DPR Bicara Sunat Anggaran KPK
Anggota Dewan sebelumnya mengancam memotong anggaran KPK jika tak serius soal Century
Rabu, 10 Maret 2010, 23:38 WIB
Arfi Bambani Amri, Fadila Fikriani Armadita
Bibit Dan Chandra Kembali Pimpin KPK (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari, mengancam akan menyunat anggaran KPK apabila tak segera menaikan kasus Century ke penyidikan. Menanggapi hal tersebut salah satu pimpinan KPK, Chandra M Hamzah mempersilakan Eva berbicara demikian. "Itu hak dia bersuara," kata Chandra, saat dihubungi wartawan, Rabu 10 Maret 2010.
Chandra mengaku belum mengetahui hal tersebut. "Saya belum baca beritanya," kata dia.
Usai memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari mengancam tidak menambah anggaran operasional kepada Komisi Pemberantasan Korupsi jika tidak serius menindaklanjuti rekomendasi Pansus Bank Century. Dia mengatakan ancaman ini bisa dijalankan melalui hak budgeting komisi III DPR.
Eva menilai KPK terkesan lamban dalam menangani kasus Skandal Bank Century. Kendala KPK, menurut Eva, adanya perselisihan di internal KPK. Salah satu pimpinan KPK, M Jasin, membantah statement Eva tersebut. Dia mengatakn pimpinan KPK sampai saat ini masih solid.
saat ini sedang berjalan pembahasan APBNP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan). "Jadi kalau tidak memuaskan nanti tim Pengawas bisa mengusulkan kepada Komisi III untuk menggunakan hak budgeting dan tak menaikkan anggaran KPK," kata Eva.
adhe43
12/03/2010
Mrk Menuding Pemerintah melakukan interpensi dan tekanan kpd KPK,,,,
hampir 1 Fraksi PDI P Terima Supa Pemilihan Miranda. G tp KeTum y mlh bilang itu tekanan kpd PDI P...
ternyata mrk yang menginterpensi KPK....
ini nama y maling teriak COPET....
paijo
11/03/2010
inilah anggota DPR yg mulai gusar..akibat partainya diobok2 boroknya hingga memakai segala cara....
Ewek
11/03/2010
Wah anggota dpr ini jelas jelas mencampuri urusan pekerjaan di KPK nih !
Coyo
11/03/2010
Wah...anggota DPR yg satu ini spt ibunya senengnya maksakan kehendak kalo tdk sesuai dgn keinginan dibilang lambat,tdk profesional..tp klo temen2nya kena masalah diam sja ..itu koar2 sana 19 temen2 mu yg dpt 9,8 MILYAR suruh mengundurkan diri krn menerima
joni
11/03/2010
hak budget memang hak DPR untuk meminta anggaran..anggaran tunjangan, perjalanan dinas, mobil dinas, perumahan dll.....ya ga sih...
kayak preman aja ya..pakai ancam-ancam
Pengamat DPR
11/03/2010
Makin lama makin kelihatan belangnya DPR .... ternyata yang suka intervensi adalah DPR sendiri. KPK khan independen koq ditekan-tekan. Biarkan proses hukum berjalan normal tanpa tekanan. DPR kayak preman aja
List
11/03/2010
DPR arogan sekali ngancam2 yang bukan kewenangannya hanya karena kepentingannya ngga ditanggapi
2gno
11/03/2010
maen kuasa mentang2 haknya terus dipakai. kewajibannya gimana. oh takut kalau kpk bergerak leluasa, ya....
dyon
11/03/2010
koq heran ya masih ada saja anggota DPR yang merasa dirinya paling hebat, paling pinter tapi ternyata hanya punya kemampuan menggertak yang justru menunjukkan kualitasnya.... nggak ada beda dengan debt kolektor
Andri Ardiansyah
10/03/2010
KPK kan mengurusi masalah korupsi, bukan masalah politik seperti ini. Kayaknya anggota DPR sudah main paksa aja kalo keinginan politiknya tidak dituruti....
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar