Korupsi

PKS: Boikot Sri Mulyani, Lihat Perkembangan

"Kami belum lihat prakteknya nanti seperti apa," kata Mahfudz yang juga politisi PKS.

Jum'at, 12 Maret 2010, 12:42 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Mohammad Adam
Politisi PKS Mahfudz Siddiq (VIVAnews/ Tri Saputro)

VIVAnews - Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, menyatakan bahwa boikot Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat kerja DPR tidak memiliki urgensi. Usulan ini muncul pasca rekomendasi DPR dalam kasus dana talangan Bank Century.

"Usulan boikot ini kan baru statement dari beberapa orang. Kami belum lihat prakteknya nanti seperti apa," kata Mahfudz yang juga politisi PKS itu di gedung DPR Jakarta, Jumat 12 Maret 2010.

Ketika DPR sudah mulai aktif lagi pada masa sidang berikutnya dan mulai melakukan rapat kerja lagi antara Kementerian Keuangan dengan Komisi XI misalnya untuk pembahasan APBNP, baru bisa diketahui bagaimana perkembangan hubungannya.

Kalau ternyata malah hanya memunculkan ketegangan antara DPR dan Pemerintah, menurut Mahfudz, lebih baik pemerintah mengalah. Pemerintah diharapkan mengalah dengan mengutus pejabat lain, selain Sri Mulyani. "Saya kira itu jalan tengah yang cukup baik," kata Mahfudz.

Mahfudz memahami gangguan psikologis bila Sri Mulyani tetap melakukan rapat kerja dengan DPR. Namun bagaimanapun, kata dia, kerjasama antara Kementerian Keuangan dan DPR tetap harus dijaga baik. Prinsipnya agar jangan sampai hubungan antara pemerintah dan parlemen mengalami kerenggangan.

"Bisa saja sementara waktu nanti Kementerian Keuangan dalam melakukan pembahasan dengan DPR diwakili oleh pejabat lain, sepanjangan DPR juga tidak keberatan," kata Mahfudz.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
yn
13/03/2010
PKS sekarang sudah seperti Partai Preman lainnya....dulu PKS terkenal santun, berpikiran jernih, menyejukkan, bebas dari tujuan2 politik yang kotor...tapi sekarang,,,semua itu sudah lewat...mungkin karena sudah ditunggangi oleh oknum2 yang haus kekuasaan
Balas   • Laporkan
salam
13/03/2010
kebenaran dan keadilan harus ditegakkan bro...
Balas   • Laporkan
dona
13/03/2010
hidup PKS... aneh nih temen2 yg komentar sirik ama PKS, wong udah bener bela yang bener kok disalahin. 2014 suara PKS bukan turun bablas tapi Pemenang Pemilu dengan 35% suara. Allahu akbar...
Balas   • Laporkan
dure
12/03/2010
PKS yang dulu emang visi dan akhlaknya bagus. Gak tau sekarang ini orientasinya sudah bukan umum lagi, tapi diri sendiri kayaknya, gak ada hubungannya sama agama ato dakwah. Dan lagi kalo DPR gak bisa diskusi dengan sri mulyani dalam event yang berbeda...
Balas   • Laporkan
don mamolla
12/03/2010
.moga moga rakyat bisa membaca, melihat, mendengar dan merasakan..apa PKS itu...partai yang istikomah dan partai dakwah.....semoga Allah mendengar..2014 suara PKS naik teruss... ..amin
Balas   • Laporkan
rudi
12/03/2010
minafik tu PKS jangan mau dikibulin terus
Balas   • Laporkan
Wak Dul
12/03/2010
Kalau DPR objectif, harusnya nggak akan ada ketegangan, kecuali pada saat sidang bahas APBN tapi pertanyaannya Century, ya bakalan tegang, dan kayaknya ini akan terjadi. Karena pengalaman rapat dgn anggota dewan, pertanyaannya adalah pertanyaan yg ada kep
Balas   • Laporkan
poer
12/03/2010
kenapa pks yang katanya partai islami kelakuannya sangat jauh dari etika islam? sri mulyani baru diduga bersalah tetapi sudah langsung dihukum secara politik, dihujat dan dizholimi. Istighfarlah mas.
Balas   • Laporkan
amien rais
12/03/2010
PKS itu bagus nya dibuang kelaut aja
Balas   • Laporkan
poerwanto
12/03/2010
sebenarnya si mahfudz ini gak ada apa2nya tong kosong juga, cuma pers yg melebih2kannya...coba dengar statementnya, pemerintah disuruh ngalah, apa mereka itu lsangat super power di indonesia ini......justru smi jadi menteri keu lebih menguasai dibanding s
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ