Korupsi

"Jika Tak Pilih Miranda, Akan Dipecat PDIP"

"Kalau tidak mengikuti instruksi partai, bisa dipecat," ujar Williem.

Senin, 15 Maret 2010, 11:14 WIB
Arry Anggadha, Yudho Rahardjo
Miranda S Goeltom (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Williem Maximilian Tutuarima, anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 1999-2004, dari Fraksi PDI Perjuangan, mengaku diminta untuk memilih Miranda Swaray Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

"Panda (Nababan) mengatakan saudara wajib memilih Miranda Goeltom," kata Williem saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 15 Maret 2010.

Permintaan itu disampaikan di ruang rapat Fraksi PDI Perjuangan di Gedung Nusantara I DPR. Menurutnya, Panda Nababan dan Tjahjo Kumolo mengumpulkan 18 anggota Fraksi PDI Perjuangan dalam pertemuan itu. "Dalam rapat di ruang fraksi, diberitahukan bahwa partai memutuskan untuk memilih Miranda Goeltom," jelasnya.

Setelah itu, ada pertemuan lagi di Hotel Dharmawangsa pada Juli 2004. Dalam pertemuan ini, hadir Panda Nababan, Agus Condro, Max Moein, Poltak Sitorus, Dudhie Makmum Murod, dan Emir Moeis. "Diberitahukan, kalau tidak mengikuti instruksi partai, bisa dipecat," ujarnya.

Williem mengaku telah menerima Rp 500 juta usai memilih Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Uang itu diberikan oleh Dudhie Makmum. "Diberikan di ruangan terdakwa di DPR," jelas Williem.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada aliran uang saat pemilihan deputi yang kemudian dimenangi Miranda Swaray Goeltom.Kasus ini mencuat setelah ada pengakuan dari salah satu mantan komisi, Agus Chondro. Dia menerima 10 lembar cek dengan nilai total Rp 500 juta.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
asep bedot
19/03/2010
di century gate, maruarar sirait ngomongnya bak jenggo baru pulang menang perang. galak n so bersih lg. ternyata dia ada dlm lomunitas partai yg lbh kotor drpd golkar. suatu saat ara kebongkar jg kusta- nya
Balas   • Laporkan
ninos
19/03/2010
PDI P, GOLKAR,..... TERNYATA busuk, dan koruptor juga,... KENAPA kamu bohongin rakyat,.. di pansus sok bersih dan seharusnya ngaca diri bung,... kenapa menghianati rakyat,..... di PARLEMEN berpesta pora bagi-bagi uang hanya untuk kepentingan pribadi dan k
Balas   • Laporkan
nino
19/03/2010
Politikus memang kejam dan busuk, sok mengatas namakan rakyat, RAKYAT YG MANA ????? >>> rakyat PDI P YA,.....dan sangat jahat,......... sebenarnya itulah yang dinamakan PENGKHIANAT RAKYAT hanya untuk kepentingan pribadi,...... TERNYATA ,...... PDI P,..
Balas   • Laporkan
dhedie70
16/03/2010
Inilah cerminan bahwa negara kita tidak akan pernah maju dan rakyat sejahtera, karena para pemimpin kita sudah kotor semua, dari cara mereka bisa menduduki posisi dan jabatannya saat ini, dengan membeli suara rakyat dan mendidik rakyat berorientasi uang.
Balas   • Laporkan
jadi
16/03/2010
memangnya belum tahu?waktu pdip ber kuasa,berapa banyak harta negara(rakyat) yang dijual dan hasilnya nga tahu tuh, un tuk rakyat atau untuk kantong mereka
Balas   • Laporkan
Nur
16/03/2010
Bismillah... Sudah tak mampu mulut ini berkata.. Terlalu banyak sudah kebobrokan para pemimpin bangsa ini yang terbuka.. Entah mau dibawa kemana Bangsa ini. Entah apa yang ada dipikiran mereka para penguasa itu... Apa mereka pikir bahwa mereka akan hidup
Balas   • Laporkan
adnan
16/03/2010
ga yang koalisi,,ga yang oposisi,,,semua sama aja bejatnya,,,,parah,,,,,,di pansus aja kaya orang bener,ternyata ciprut juga,,,,memang harus perombakan total n pangkas generasi....................
Balas   • Laporkan
Joker
16/03/2010
Dasar Politikus Munafik..yang anda cari hanya uang yang membuat DPR begitu lamban dalam membuat suatu undang-undang...ingat perbuatan anda akan di pertanggung jawabkan di Akhirat kelak.....sampah kalian semua...Maju terus KPK dan berangus Tikus-tikus berd
Balas   • Laporkan
shandee
15/03/2010
kasian PDIP!! uda oposisi gak dapet apa2, anggotanya korupsi. garang di pansus garang juga di duit!!! hehehe... Bang Ara dapet gak ya???
Balas   • Laporkan
Udin
15/03/2010
Miranda nya di tangkep ngga?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ