Korupsi

Ketua Komisi Hukum DPR: Jangan Ancam KPK

Isu tentang rencana pemotongan anggaran KPK berhembus di antara anggota DPR.

Senin, 15 Maret 2010, 15:15 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi
Uang Rupiah (Antara)

VIVAnews - Isu tentang rencana pemotongan anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhembus di antara sejumlah anggota DPR.  Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III bidang Hukum DPR Benny K. Harman meminta para anggota DPR agar tidak mengancam KPK.

Sebagai catatan, Komisi III DPR yang membawahi pengawasan di sektor hukum dan pengadilan, merupakan mitra kerja KPK.

Benny menilai, wacana pemotongan anggaran tersebut sama dengan upaya untuk mengancam KPK. Benny mengingatkan, mengancam KPK artinya sama dengan mendikte dan mengintervensi KPK. Hal ini dia nilai kontraproduktif dengan agenda pemberantasan korupsi.

Anggaran KPK disarankan dipotong apabila KPK tidak serius dan tidak optimal dalam melaksanakan rekomendasi pansus angket Century DPR. “Kalau KPK tidak maksimal mungkin Badan Anggaran DPR perlu mempertimbangkan usulan itu (pemotongan anggaran),” ujar Ahmad Muzani, anggota pansus Century dari Fraksi Gerindra.

Namun hal ini dibantah tegas oleh Benny.  “Kalau DPR memboikot KPK, saya sendiri yang akan mengajak masyarakat untuk menggalang dana bagi KPK. Biarlah KPK langsung mendapat dana dari rakyat,” tandas Benny yang juga anggota Panitia Khusus (Pansus) kasus Bank Century dari Fraksi Demokrat.

Benny mengimbau rekannya sesama anggota DPR agar tidak menggunakan hak anggaran sebagai senjata dan alat untuk mengancam KPK.  “Mestinya kalau DPR mendukung KPK, anggaran KPK seharusnya dinaikkan, bukan diturunkan,” katanya.  Ia menegaskan, selama ini Komisi III DPR sama sekali tidak pernah membahas rencana untuk memotong anggaran KPK.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hirawan
17/03/2010
apa-apaan ini sdh pada keblinger ini. para anggota dpr yg sekarang sebaiknya jangan dipilih lagi tahun 2014. keblinger semua ........
Balas   • Laporkan
andre
17/03/2010
,,hanya satu kata...lawan DPR ...semakin sinting saja....apa semakin kalap ya..????...birlah rakyat tidak lupa dengan orang orang yang katanya mewakili rakyat untuk 2014...jangan dipilih lagi...!!!!!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ