Korupsi
Skandal Century

Disidang Hari Ini, Siapa Hesham Al Warraq

Hesham menjabat sebagai Direktur First Gulf Asia, pemegang saham pengendali Century.

Kamis, 18 Maret 2010, 09:18 WIB
Heri Susanto
Hesham Al-Warraq (Dok. Bank Century)

VIVAnews - Dua tersangka kasus penggelapan dana nasabah Bank Century, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq akan disidangkan hari ini secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) karena kedua terdakwa masuk daftar buron.

Sidang kedua tersangka ini akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis 18 Maret 2010. Kedua tersangka diduga telah melakukan penempatan secara tidak benar atas surat-surat berharga valas milik Bank Century. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian Rp 3,115 triliun.

Menurut para pejabat BI juga Robert Tantular, Hesham dan Rafat adalah dua bankir yang lihai dalam mengeruk duit Century. Namun, Hesham membantah tudingan itu. Dalam wawancara khusus dengan VIVAnews, Hesham dan Rafat malah mengaku menjadi korban Century.

"Robert Tantular adalah aktor kriminal yang sesungguhnya dibalik penipuan, kebohongan dan pemalsuan kasus Bank Century," kata Hesham.

Rafat dan Hesham adalah dua saksi kunci kasus Century yang kini yang masuk daftar "Wanted" atau buronan interpol. Kedua buron tersebut kini tengah berada di London, Inggris selain juga memiliki kantor di Singapura.

Bank Indonesia telah meminta kepada enam bank sentral dan otoritas moneter luar negeri untuk melakukan black list terhadap dua pemegang saham asing di Bank Century.

Lantas siapa sesungguhnya kedua pemegang saham asing tersebut. Hesham adalah warga negara Inggris yang dilahirkan di Mesir pada 12 April 1958.

Mengacu pada laporan keuangan Bank Century 2007, selain sebagai pemegang saham, Hesham adalah mantan Wakil Komisaris Utama Bank Century sejak 2006. Hesham juga menjabat sebagai Direktur First Gulf Asia, pemegang saham pengendali Century.

Hesham meraih gelar sarjana di bidang Keuangan dan Perbankan dari Western Illinois University, Amerika Serikat. Selain itu, dia pernah mengikuti beberapa program sertifikasi/pendidikan yang diadakan oleh Citibank, SAMBA dan Saudi British Bank Training Center.

Hesham memulai karir perbankan di Saudi American Bank dari tahun 1983-1996, dengan posisi terakhir sebagai Senior Manager. Kemudian bergabung dengan Booz Allen & Hamilton Saudi Arabia, perusahaan konsultan untuk pemerintah AS dan Saudi Arabia, dari tahun 1996-2004 sebagai Joint Venture Partner dan Vice President.

Suntikan modal Bank Century sempat menjadi kontroversi karena jumlah dana yang disuntikkan melonjak dari perkiraan semula menjadi Rp 6,7 triliun.

heri.susanto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
f denhas
18/03/2010
Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al Warraq Suatu hari, hidupmu akan Hina Dina. Untuk itu sadarlah, Pemerintah Singapura harus bantu tangkap buronan ini. Atau putuskan hubungan dengan Singapura, sebagai tempat pelarian Koruptor Indonesia.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ