Korupsi

Babak Baru Kasus L/C Misbakhun

Misbakhun membantah. Bank Mutiara membantah. Akhirnya Presiden bersuara.

Kamis, 18 Maret 2010, 11:12 WIB
Arfi Bambani Amri, Eko Huda S
M Misbakhun dan Aviliani (VIVAnews/ Anggi Kusumadewi)

VIVAnews - Kasus letter of credit (L/C) PT Selalang Prima International yang dimiliki politisi Partai Keadilan Sejahtera M Misbakhun memasuki babak baru. Kemarin, Markas Besar Kepolisian menetapkan dua tersangka atas kasus yang dilaporkan sebuah organisasi dan Staf Khusus Presiden, Andi Arief, itu. Dua tersangka itu adalah pemilik Bank Century, Robert Tantular, dan Kepala Bank Century Cabang Senayan, Linda Wangsa Dinata.

Direktur II Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigadir Jenderal Raja Erizman, di Jakarta, mengatakan, saat PT Selalang Prima mengajukan L/C untuk impor, syaratnya 20 persen utang itu dijadikan jaminan. Uang jaminan itu bernilai sekitar US$ 4,5 juta dari total utang sebesar US$ 22,5 juta.

"Itu di jaminkan di Bank Century, tapi yang menjaminkan itu orang dekatnya Robet Tantular," kata dia. "Memang (yang menjaminkan) tidak harus dari perusahaan itu, tapi masalahnya itu si penjaminnya itu sudah tahu bahwa impornya itu tidak terjadi tapi mengapa dana itu tetap dicairkan," kata dia kemarin.

Namun demikian, lanjut Raja, penyidik Polri belum memanggil Misbakhun untuk dilakukan pemeriksaan. Sebab, lanjut dia,  untuk memanggil Misbakhun yang merupakan anggota DPR, Polri harus mengajukan surat permohonan pemanggilan kepada presiden.

Dalam kasus ini, Misbakhun yang terpilih dari daerah pemilihan Jatim II (Pasuruan-Probolinggo) dituduh melakukan transaksi L/C fiktif dari Bank Century senilai 22,5 juta dolar Amerika.  "Buktikan kalau ada, dan hal itu sudah dibantah oleh direktur Bank Mutiara. LC itu bukan dokumen Andi Arief tapi dokumen bank," ujar Misbakhun yang pernah 15 tahun menjadi pegawai pajak itu.

Misbakhun sendiri secara tegas menyatakan transaksi ini terkait biji plastik dan gandum. Namun, polisi menemukan tak ada transaksi riil itu pada tahun 2007.

Sementara Maryono sendiri menyatakan, "L/C PT Selalang itu tidak fiktif, namun gagal bayar," di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 1 Maret 2010.

Saat ini, kata dia, L/C PT Selalang itu sedang direstrukturisasi. Jumlah awalnya adalah US$22,5 juta. "Sudah dilunasi US$6 juta, yang saat ini yang belum dilunasi US$16,5 juta," ujar Maryono.

Namun berbagai bantahan ini rupanya secara tak langsung ditepis pula oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat membuka rapat kabinet terbatas pada 5 Maret, Presiden menginstruksikan agar tindak kejahatan Bank Century dapat diproses hukum secepatnya. Termasuk mengusut indikasi kejahatan di luar pemilik atau manajemen Century yang luput dari tindakan hukum.

"Jangan luput tindakan hukum tegas demi keadilan, disebut-sebut L/C bodong, ada sesuatu yang bisa mengarah tindakan kejahatan. Tuntaskan jangan tebang pilih," kata SBY.

Malamnya, Kapolri Bambang Hendarso Danuri langsung merespons pernyataan Presiden. Hendarso mengatakan laporan L/C fiktif Bank Century yang tengah ditangani Polres Jakarta Pusat akan dialihkan ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Kasus tersebut berpindah ke Mabes Polri efektif mulai Senin 8 Maret. "Supaya nanti pemahamannya tidak keliru, saya sudah memerintahkan penyidikannya ditarik ke Mabes Polri," kata dia.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera yang tersangkut dalam kasus ini, menyatakan masih mendalami. "Soal L/C itu, saya sendiri masih menelaah dan memperdalam persoalan," kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal.

Menurut Mustafa Kamal, kasus dugaan L/C bodong di Bank Century yang menyeret nama inisiator angket Century dari Fraksi PKS, Misbakhun, bukanlah urusan fraksi. Kasus itu juga tidak berkaitan dengan kinerja fraksi. "Itu kan masalah pribadi. Sejauh ini saya lihat secara pribadi bisa di atasi, yang bersangkutan melakukan upaya-upaya mandiri," ujar Mustafa.

Dan kemarin, selang 12 hari setelah Presiden mendesak pengusutan atas L/C bodong, Mabes Polri telah memunculkan dua tersangka.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
abbas
23/03/2010
baru diduga aja dah pada kasih komentar negatif... sedangkan untuk politisi selain PKS dah dipenjarapun dak ada yang comen karena memang politisi selain dari PKS adalah jagonya dalam hal dimasukin bui... gimana..? monggo...!
Balas   • Laporkan
Ridho
21/03/2010
Ya betul, giliran Politisi PKS yang di duga, ramai-ramai menghujat,padahal belum tentu benar, dan saya yakin Pak Misbakhun tidak salah, kta tau Pak Misbakhun itu orangnya BERSIH, ga mudah dijebak utk menikmati uang HARAM.
Balas   • Laporkan
Sapto Hadi Saputro
20/03/2010
Politikus PKS itu pada munafik semua.. dulu saya menaruh harapan yg besar thd PKS karena partainya diisi oleh orang2 muda cendekia muslim. Namun setelah ada kasus Century ternyata mereka juga tidak lebih dari politkus2 yg lain, yg menginginkan kekuasaan,
Balas   • Laporkan
gede suardana
19/03/2010
kalau mau bersih-bersih, yakinkan diri bersih dulu agar gak ada masalah dibelakangnya...bagaimanapun masalah ini harus cepat ditangani agar cepat ketahuan siapa yang bersalah...tuntaskan.
Balas   • Laporkan
gede suardana
19/03/2010
tuntaskan saja, biar ketahuan siapa yang merusak bank century...jangan tebang pilih dan cepet ganti uang nasabah agar mereka yang berhak tidak kehilangan haknya...
Balas   • Laporkan
ampuntuan
19/03/2010
kepada simpatisan PKS,maafkan aku,telah mencoreng nama PKS,saya siap masuk penjara karena kebohonganku sehingga negara rugi,tapi percayalah uang itu ada yang dipakai dana kampanye pemilu didapil saya,demi kejayaan PKS,hormatku :MISBAKHUN
Balas   • Laporkan
ali Suryowidodo
19/03/2010
jangan membela yang salah..biarkan aparat penegak hukum bekerja. gak ada satu pun partai yang bersih...
Balas   • Laporkan
sok ah
19/03/2010
Hukum tidak pandang bulu..siapapun yang melanggar hukum diusut sesuai prosedur, terutama orang orang yang yang diserahkan amanat rakyat...tidak melihat partai bersih atau partai kotor..intinya menuju PROSPEROUS INDONESIA.. CLEAN GOVERNMENT.. CLEAN PARLIAM
Balas   • Laporkan
tarkoni
19/03/2010
jangan marah gitu dong mas jaen. saya kan hanya kasih saran sama presiden biar masalahnya cepat selesai, saya bukan pendukung siapa siapa, tapi saya suka sebel sama orang yang suka nunjuk2 orang lain padahal ia juga melakukannya
Balas   • Laporkan
yn
19/03/2010
Emang maling teriak maling......coba baca tempo hari ..kayaknya Selalang Prima kongkalikong ama Robert Tantular...bikin Import fiktif.....Orang kita itu emang aneh...kalo "golongannya" biar ada indikasi salah, pasti dibela mati2 an sampai gelap mata, tap
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ