Korupsi

"Kasus Agus Chondro Pasti Dibahas di Kongres"

PDIP sudah tahu lama mengenai nama-nama yang diduga menerima cek.

Senin, 22 Maret 2010, 05:01 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Fadila Fikriani Armadita
Dudhie Makmun Murod (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews - Sejumlah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) korupsi yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apakah PDIP akan membahas hal ini dalam Kongres PDIP di Bali April mendatang?

"Pasti akan ada yang bertanya," kata Sekretaris Fraksi PDIP Ganjar Pranowo dalam perbincangan dengan VIVAnews, Minggu 21 Maret 2010. "Kasus ini pasti akan dibahas di Kongres."

Menurut Ganjar, persoalan nama politisi PDIP yang terseret dalam kasus suap saat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sudah dirapatkan internal partai jauh hari sebelum ramai di persidangan.

"Waktu itu awal muncul pernyataan Agus Chondro. Jadi, ini bukan hal baru di PDIP. Tinggal menunggu waktunya mencuat ke publik," kata dia.

Dalam pemeriksaan awal di PDIP, semua nama yang disebut Agus dipanggil. "Kalau sekarang ramai lagi, bagi kami ini sudah lama," kata dia.

Meski demikian, Ganjar mengakui kasus ini menjadi koreksi internal PDIP. "Apapun keputusan pengadilan, kami hormati. Megawati (Ketua Umum PDIP) pun menegaskan tidak ada ampun bagi yang menerima," kata dia.

Namun, sambungnya, kasus ini merupakan efek gunung es. "Tidak hanya PDIP. Beberapa partai lain pun diduga menerima," kata dia.

Sehingga menurutnya, tidak adil jika pengungkapan kasus ini disebut-sebut serangan balik dari kekuatan politik lain. "Tidak lah. Biar proses hukum ini lepas dari politik," kata dia.

Dia mengakui kasus ini membuat kepercayaan konstituen berkurang. Namun, kata dia, PDIP akan berjuang terus menjembatani keinginan rakyat.

Satu politisi PDIP sudah diseret ke pengadilan, yakni Dudhie Makmun Murod. Dalam sidang, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka nama-nama politisi PDIP lain yang diduga menerima, yakni:

1. Panda Nababan menerima uang terbesar (Rp1,45 miliar)
2. Williem M Tutuarima (Rp500 juta)
3. Sutanto Pranoto (Rp600 juta)
4. Agus Chondro Prayitno (Rp500 juta)
5. M Iqbal (Rp500 juta)
6. Budhiningsih (Rp500 juta)
7. Poltak Sitorus (Rp500 juta)
8. Aberson M Sihaloho (Rp500 juta)
9. Rusman Lumban Toruan (Rp500 juta)
10. Max Moein (Rp500 juta)
11. JeffeyTongas Lumban Batu (Rp500 juta)
12. Matheos Pormes (Rp350 juta)
13. Engelina A Pattiasina (Rp500 juta)
14. Suratal HW (Rp500 juta)
15. Ni Luh Mariani Tirtasari (Rp500 juta)
16. Soewarno (Rp500 juta)
17. Emir Moeis (Rp200 juta)
18. Sukarjo (Rp200 juta)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ