Korupsi

Susno Versus Sejumlah Jenderal

Susno Duadji versus sejumlah jenderal di Mabes terus memanas. Susno hadap Propam.

Senin, 22 Maret 2010, 07:30 WIB
Wenseslaus Manggut
Susno Duadji Datangi Tim Delapan (VIVAnews/Tri Saputro)

Please install the Flash Plugin

Hari ini Susno Duadji datang ke Mabes Polri. Mantan Kabareskrim itu  datang bukan untuk masuk kantor, tapi menghadap Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Di situ dia akan diperiksa. Jika bersalah, jenderal bintang tiga ini bisa repot. Dipecat. Bisa pula dipidana.

Kasus ini bermula dari kesaksian dan keteragan Susno di depan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum, pekan lalu. Kepada Satgas bikinan Presiden SBY itu, Susno menuturkan bahwa pernah ada hasil analisis dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencurigakan. Seorang  pegawai pajak bernama Gayus Tumbuan menerima duit sejumlah Rp 25 miliar.

Karena rekening itu mencurigakan, Susno memerintahkan agar rekening itu diblokir dan diselidiki.  Hasil penyelidikan, kata Susno, yang dinyatakan bermasalah Rp 400 juta, sedang sisanya Rp 24,6 miliar tidak diketahui keberadaannya.

Waktu diberhentikan dari Kabareskrim, kata Susno, dia masih sempat mengingatkan anak buahnya soal kasus itu. “ Jawaban mereka siap-siap,” kata Susno, 18 Maret lalu. “Tapi dua minggu setelah saya keluar, uang itu sudah dibagi-bagi.”

Susno menegaskan bahwa proses pencairan itu dilakukan dengan rupa-rupa alasan. "Mengaku punya properti, titip uang, beli tanah. Intinya di luar kewajaran dan pembuktiannya tidak dapat terpenuhi," kata dia.

Jenderal Polisi ini kemudian menyebutkan sejumlah anak buahnya yang terlibat mencairkan uang itu, dari yang berpangkat komisaris hingga yang berpangkat jenderal. Dua orang yang disebut antara lain Brigadir Jenderal Raja Erizman dan Brigjen Edmon Ilyas, yang kini menjadi Kapolda Lampung.

Dua perwira itu  membantah keras pernyataan Susno itu. Mereka juga melaporkan secara pidana Susno Duadji ke Mabes Polri.  Di samping meladeni dua jenderal itu, Susno juga harus menghadapi Propam itu.

Kepada para peserta dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin, Susno menegaskan bahwa "Saya tidak mau saya dikatakan tidak bertanggung jawab. Walaupun saya tahu kehadiran saya bukan untuk mengungkap kasus (Markus)," kata Susno.  Dia memastikan datang hari ini ke Mabes Polri.  "Saya pasti akan datang besok ke Mabes."

Menurut Susno, polisi sebaiknya fokus pada dugaan keterlibatan sejumlah jenderal dalam pencairan dana tadi.  Tapi, lanjutnya, polisi tidak serius mengusut kasus ini. Indikasinya sederhana. “Saya sendiri belum diperiksa dalam kasus Markus itu, malah diperiksa karena melanggar kode etik.”

• VIVAnews
Rating
Komentar
maria
22/03/2010
Sebenarnya rakyat sdh sgt tau kredibilitas institusi seperti kepolisian di Indonesia ini dr bawah hingga atas,terimakasih Pak Susno sdh berani mengungkapkan kebobrokan institusinya,semoga ini tidak ada udang dibalik batu atau balas dendam terhadap atasan
Balas   • Laporkan
sabar yuliono subur
22/03/2010
Tanpa orang seperti Pak Susno, Kebusukan Polri sebagai penegak hukum Penguasa bukan penegak hukum negara akan tidak berubah, rakyat tidak buta, rakyat tidak tidur ..bau bangkai akan terus menyengat ditubuh polri sebelum ada tindakan untuk membersihkan ...
Balas   • Laporkan
Yanjamas
22/03/2010
Saya dunkung Pak Susno Jadi ketua KPK. Biar Rangking korupsi Indonesia Turun bukan naik seperti saat ini.
Balas   • Laporkan
rifai
22/03/2010
pak susno saya sangat setuju kalau anda menjabat kapolri, karna dipolri jarang tersentuh oleh hukum mungkin karna selalu disembunyikan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ